Desa Sumber Menuju Kota Gas

city gas

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Seiring perjalanan waktu, Desa  Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah  yang semula hanya sebuah desa yang jauh dari hingar bingar industrialisasi, kini mulai menggeliat. Kehadiran PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) dengan grand poject dalan Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ), telah menjadikan desa itu  lebih hidup.

“Kini nampak berderet gedung dan Instalasi pabrik Gas, meski belum 100% selesai,” kata M. Hariyanto, Pengurus Harian Forum Komunikasi Masyarakat Sumber (FKMS) Desa Sumber.

Totok, demikian akrab disapa mengatakan, tidak kurang dari 50 hektar lahan pertanian produktif telah dibebaskan untuk pembangunan Central Processing Plant (CPP) Gundih.” Ditambah dengan  pengurukan lahan itu sehingga siap untuk pembangunan lokasi industri,” katanya.

Sejumlah main kontaktor maupun subkontraktor mulai berdatangan untuk mengerjakan proyek. Kondisi itu tentu akan membuka peluang kerja baru dalam rencana pengembangan (plan of development) PPGJ.

“Kabarnya anggaran  proyek itu mencapai 1.7 trilliun rupiah, baik infrastructure  maupun electrical-mechanical, sebuah angka yang fantastik untuk desa Sumber,” sebut Totok.

Baca Juga :   Bekas Galian Pipa Gas Dikeluhkan Warga

Totok menilai,  efek-efek ekonomi akan tumbuh sebagai akibat komitmen terhadap lingkungan masyarakat dengan guliran dana-dana kepedulian Corporate  Social Responbility (CSR) atau Comunity Development (CD) bagi masyarakat Sumber dalam bentuk infrastruktur, fasilitas umum, kesehatan, sosial ekonomi dan lain-lain akan menjadi harapan baru.

“Akan tetapi sampai dengan hari ini, setelah memasuki tahun ke 3 proyek ini berjalan, harapan-harapan  itu belum bisa terwujud secara keseluruhan,” ungkap Totok.

Totok menyebut,  penyerapan tenaga kerja lokal yang bisa dikatakan minim, penyerapan kontraktor lokal yang diberi kesempatan mengerjakan proyek-proyek juga  minim serta pengucuran CSR/CD yang belum maksimal.

“Oleh sebab itu sudah seharusnya PPGJ ke depan musti mulai bisa memikirkan pengembangan masyarakat  agar kehadiran industri gas ini benar-benar bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi desa Sumber,” tandasnya.

Namun untuk menyerap tenaga kerja lokal Desa Sumber baik skill maupun non skill diperlukan komitmen bersama. Jika itu tidak dilakukan tentu saja akan timbul gejolak sosial yang tidak diinginkan. Karena itu, PT. Titis Sampurna yang dipercaya  Pertamina EP PPGJ sebagai Operator Industri Gas Sumber, sudah seharusnya memberikan porsi pekerjaan kepada Kontraktor Lokal, sehingga ke depan memberikan multiplier effect. Apalagi industri gas itu sesuai kontraknya akan berjalan lama sampai 25-30 tahun ke depan.

Baca Juga :   Setelah dari Migas Sukowati Rig PDSI Dikirim ke Sumatera

“Tahun-tahun produksi gas Sumber harus dibarengi dengan kucuran  CSR/CD bagi masyarakat lokal. Hal itu untuk menunjukkan kepedulian PPGJ bagi kesejahteraan warga desa Sumber,” kata Totok.

Totok mengurai, beberapa bidang yang perlu mendapatkan perhatian dari Pertamina adalah bidang infrastruktur desa dengan  membantu pembangunan Gedung Balai Desa yang representatif, balai pertemuan, jalan paving di lorong-lorong desa dan fasilitas Polindes desa.

Kemudian, lanjut dia, adalah bidang pendidikan untuk menyiapkan tenaga trampil dan pemenuhan fasilitas penunjangnya.

“Bidang ekonomi seputar Gundih yang mulai menggeliat juga perlu disupport agar lebih berkembang,” sergah dia.

Jika itu berjalan berjalan dengan baik, maka Desa Sumber akan berkembang dengan cepat menuju kemandirian ekonomi, pengurangan potensi pengangguran, melimpahnya tenaga profesional dan terpenuhinya fasilitas umum yang memadai.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *