SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sebagian warga Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan kerusakan jalan yang disinyalir diakibatkan dari proyek penanaman pipa gas oleh Pertamina Gas (Pertagas) yang dikerjakan oleh Konsorsium Wijaya Karya-Rabana-Kelsri (KWRK). Sebab, kerusakan itu cukup lama dibiarkan meski penanaman pipa sudah selesai.
Warga lingkungan Pasar Jagung Rt/Rw 5/9, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Sugiyanto (42), menyatakan, jika banyak masyarakat yang dirugikan adanya proyek penanaman pipa gas tersebut. Terlebih saat terjadi hujan.
“Banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset. Tapi tidak begitu parah,†terangnya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (7/5/2018).
Pihaknya menyayangkan, jalan yang berada persis di sebelah timur stasiun Cepu itu tidak segera diperbaiki. “Kenapa dari awal tidak segera diperbaiki. Sebelum ada korban lagi. Kasihan kan kalau ada korban lain,†ujarnya.
Dia menambahkan, pada Sabtu (5/5/2018) malam kemarin, sempat terjadi peristiwa truk tronton terguling lantaran ban belakang terjerembab pada bekas galian pipa. Sehingga truk oleng ke kiri dan terguling. Muatan berupa keramik berserakan dan sebagian pecah.
Terpisah, pihak Pertagas maupun KWRK kompak menyatakan bahwa kerusakan di lingkungan Balun Pasar Jagung sudah bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebab, anggaran sebesar Rp208.500.000 telah ditransfer ke rekening Kelurahan Balun pada awal bulan April 2018 lalu.
Sebelumnya juga telah difasilitasi oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU). “Pembuatan berita acara difasilitasi oleh Dinas PU,†terang Mansyur, Perwakilan Pertagas Bagian Lahan.
Sehingga, semua kerusakan yang timbul setelah dana ditranfer, tidak bisa diklaimkan ke Pertagas. Pihaknya juga mengaku, telah melakukan penekanan kepada pihak kelurahan untuk segera melakukan realisasi.
“Sejak kami melakukan transfer dana,†ujarnya.
Humas KWRK Wilayah Timur, Wawan, juga menyatakan hal yang sama. Bahwa sejak dilakukan pentransferan dana pihak kelurahan untuk segera mengerjakan.
“Kami sudah menekan kelurahan untuk segera dikerjakan,” terangnya.
Kepala Kelurahan Balun, Agus Istandar, mengakui telah menerima transfer dana dari Pertagas. “Ya, kami menerima dan ditransfer melalui Bendahara Kelurahan,” terang pria berkaca mata ini.
Dirinya juga mengaku telah menunjuk kontraktor pelaksana untuk mengerjakan perbaikan jalan di lingkungan pasar Jagung tersEbut.
“CV Wahyu Agung dari Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kalau dilakukan padat karya khawatirnya tidak maksimal. Hari ini sudah mulai dikerjakan,” ujar Agus.
Lebih lanjut dia menyatakan, sebelum melakukan pekerjaan, dirinya telah melakukan konsultasi ke dinas PU. Termasuk perencanaan juga bekerjasama dengan PU.
Mendengar hal itu, dirinya langsung mengambil kebijakan untuk segera merealisasikan pekerjaan. Namun dalam pelaksanaannya sempat terkendala sehingga tidak segera dilakukan pengerjaan.
“Harus menunggu pekerjan diselesaikan, karena saat itu masih ada mobilisasi pekerjaan pipa gas. Sebenarnya kami tidak ada niatan untk menunda-nunda pekerjaan,” tandasnya.
Terkait mekanisme sebesarnya dalam pelaksanaan perbaikan maupun penerimaan dana, pihaknya mengaku belum memahami.
“Coba nanti saya konsultasi dengan atasan,” kilahnya.
Saat ditanya, kenapa tidak dari awal melakukan konsultasi dengan atasan?. Pihaknya kembali hanya diam dan melempar senyum.
Terpisah, Wirastomo Wisnu, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), menyatakan ketidaktahuannya terkait pekerjaan yang mulai dikerjakan itu.
“Kami belum tahu Mas,” kata Wisnu melalui sambungan seluler.
Yang dia ketahui, bahwa tidak lama lagi akan ada pekerjan pemeliharaan jalan. “Karena di depan stasiun itu masuk jalan pemkab, maka akan dilakukan perbikan,” terangnya.
Terkait dengan keterlibatan PU dalam perencanaan perbaikan jalan di sebelah timur stasiun Cepu dan di lingkungan Depo, pihaknya mengaku tidak ada keterlibatan PU.
“Kami tidak tahu dan tidak membuat perencanaan. Mungkin PU Blora, Mas,” terangnya.
Wisnu menambahkan, bahwa untuk kegiatan kompensasi, sebagai tindak lanjut kegiatan-kegiatan crossing pipa gas yang melintas ruas-ruas jalan kabupaten.
“Jadi dari pihak yang memangku kepentingan pelaksanaan pipa gas, mempunyai kesanggupan memperbaiki kerusakan yang diakibatkan kegiatan pipa gas. Artinya kegiatan tersebut direncanakan dan dilaksanakan pihak mereka. Dengan pihak PU sekedar berkordinasi saja. Memang mengenai eksen pekerjaan baik PU Blora maupun UPT kadang tidak ada konfirmasi sebelumnya,” ungkap Wisnu.
Dia menegaskan, PU Blora hanya mempunyai rencana atau program kegiatan pemeliharaan sendiri. “Tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan yang sekarang ini mulai berjalan,” tandasnya. (ams)