SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Penutupan sementara jalan poros Desa Bandungrejo- Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur agar tidak dilewati mobil tanki pengangkut limbah hingga saat ini bertujuan agar akses utama menuju sumur Gas Jambaran itu segera di perbaiki.
Sebab jalan poros Desa Bandungrejo itu kondisinya rusak parah. Sehingga jika mobil tanki pengangkut limbah yang dibuang di wilayah Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem itu, tetap dibiarkan akan semakin memperparah kondisi jalan.
Menurut Camat Ngasem, Suwignyo, Pemdes Bandungrejo tak bermasud menghambat aktifitas mobil pengangkut limbah (kotoran manusia) yang dibuang di dekat hutan yang masuk wilayah Desa Ngadiluwih itu. Namun, warga hanya meminta jalan yang juga menghubungkan antara lokasi sumur gas Jambaran dan Alas Tua Barat (ATW) itu tetap lancar.
“Intinya, warga dan Pemdes Bandungrejo minta jalan itu diperbaiki, Mas. Karena, indikasi kerusakan itu lebih disebabkan sering dilewatinya mobil tanki pengangkut limbah dari wilayah Banyuurip, Blok Cepu, Kecamatan Gayam,” kata  Suwignyo. kepada suarabanuurip.com, Rabu (05/02/2014).
Suwignyo menghimbau, kepada pihak yang bertanggungjawab terkait dengan tanki pembuang limbah untuk segera melakukan perbaikan jalan. Apalagi saat ini memasuki musim hujan sehingga dapat memperparah kerusakan jalan bila sering dilewati dengan kendaraan roda empat yang bermuatan berat.
“Informasinya ijinnya sudah lengkap, Mas. Tapi, karena itu fasilitas warga dan jalan poros desa juga harus diperhatikan. Kasihan masyarakat banyak yang mengeluhkan kondisi jalannya memang benar-benar rusak parah,” ujar mantan Camat Bubulan itu.
“Kemarin yang bertanggungjwab sudah nelpon saya untuk musyawarah prihal tersebut. Tapi, karena saya ada acara di Desa Wadang belum bisa nemuinya. Sedangkan, nama PT atau CV yang menanganinya saya lupa namanya, Mas,” imbuhnya.
Pada bagian lain, Polsek Ngasem, menyatakan, tuntutan warga dan Pemdes Bandungrejo itu dinilai wajar. Karena mereka yang merasakan dampak kerusakan jalan itu.
“Ya wajarlah, Mas. Mintanya warga kan hanya perbaikan jalan. Meskipun diurug pedel, dan tidak yang aneh-aneh. Karena kalau jalan bagus tidak rusak semua orang kan juga ikut nyaman bagi yang mau melewatinya,” sambung Kapolsek Ngasem AKP Subarata menerangkan.(sam)