SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aktivis lingkungan menyarankan penanganan abrasi yang melanda Dusun Ngomben, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dilakukan dengan cara-cara tradisional, yakni dengan penanaman tumbuhan pantai.
Pengelola Mangroove Center Tuban, Ali Mansyur, menyarankan, hendaknya abrasi ditangani dengan penanaman tumbuhan yang biasa tumbuh di sekitar pantai. Seperti cemara laut, tumbuhan mangroove, dan juga tanaman bakau.
“Justru dengan tanaman-tanaman pantai abrasi bisa dihindari,†jelas Ali Mansyur kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (6/2/2014).
Pria yang sukses mengubah area pantai yang kritis di lahan Kecamatan Jenu menjadi hutan Mangroove ini mengatakan, kalau ombak seharusnya ditahan dengan sesuatu yang bersifat alami. Untuk itu dia mengkritik anggapan kalau abrasi bisa ditangani dengan rekayasa bangunan berupa beton. Karena justru akan menjadikan ombak semakin besar.
“Kalau menggunakan beton, justru ombak tersebut akan semakin besar. Karena pantulan yang didapat air itu juga semakin besar,†jelas pria yang pernah mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden RI.
Dia katakan pula, ombak besar yang mengakibatkan abrasi di sekitar Kecamatan Bancar juga ditangani dengan cara tradisional. Yaitu dengan cara menancapkan bambu-bambu dengan jarak tertentu.
“Sebagai pemecah ombak supaya tidak besar, nelayan dahulu menancapkan bambu-bambu di sepanjang pantai untuk memecah ombak yang dirasa terlalu besar,†jelas Mansyur, sambil mengatakan kenapa tidak meniru ajaran nelayan terdahulu tersebut. (edp)