CSR Diarahkan Untuk Kembangkan UMKM

Kokok kunjungi pameran

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora –  Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun milik  daerah (BUMD) serta perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diharapkan turut andil dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Blora.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho, saat membuka acara pameran fotografi lima situs budaya di Blora, serta pameran batik, dan hasil kerajinan produk lokal Blora di Resto D’Joglo Blora pada, Rabu (5/2/2014) malam.

Kokok, demikian Djoko Nugroho akrab disapa, menyampaikan perihal komitmen Pemkab Blora untuk mengembangkan UMKM.  Salah satunya, produk lokal batik khas Bora yang terus berkembang. Saat ini sudah ada sekitar 40 usaha batik berdiri di Blora.

“UMKM merupakan salah satu tulang punggung pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Blora selain BUMD/BUMN dan swasta,” katanya.

BUMD maupun BMUN dan swasta itu, lanjut Kokok, harus punya kepedulian terhadap pengembangan UMKM. Dikarenakan tumbuhnya UMKM berarti pertumbuhan ekonomi masyarakat juga meningkat.

Baca Juga :   Pemilik Lahan Minta Pemerintah Urus Sertifikat Tanah

Mantan Dandim Rembang ini mengaku, bahwa Pemkab Blora selalu memberi dukungan penuh atas geliat UMKM ini. Meski demikian, dukungan sektor swasta dalam pengembangan bisnis juga sangatlah perlu.

“Pemkab Blora akan mengarahkan, dan mendukung pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha ini,” tutur Kokok.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Blora, Maskur, mengatakan, untuk tetap bisa berkembang dan berkelanjutan, para pelaku usaha juga harus semakin kreatif dan inovatif. Perlu juga sentuhan dari berbagai pihak.

“Pendekatan pemberdayaan pelaku ekonomi bisa menjadi program CSR perusahaan,” katanya.

Pameran Batik Blora dan Fotografi digelar selama 2 hari ini,  juga dipamerkan produksi  usaha kerajinan kayu dan keramik. 

“Setelah pameran ini, dilanjutkan pada Jumat (7/2/2014) malam pukul 19.00 WIB di tempat yang sama, juga digelar  dialog tentang lima situs  Cagar Budaya yang ada di Blora,” kata Catoer Oke Abriyanto, Koordinator Komunitas Seni dan Budaya (KSB) Blora selaku penggagas kegiatan ini. (ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *