Flu Burung Intai Peternak Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Penyakit flu burung kembali melanda Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pada Januari lalu ratusan burung puyuh di Desa Klagaan Srampat, Kecamatan Maduran mati terserang flu burung.

“Ada 994 ekor burung puyuh milik peternak puyuh mati terserang flu burung,” kata Sekretaris Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Bruno Buu Dhewi kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (7/2/2014).

Sebelum penyakit itu mewabah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan segera melakukan tindakan preventif dengan menerjunkan tim parcipatory disease surveilans/respon (PDS/R). Burung puyuh yang mati akibat virus H5N1 ini segera dikubur ditanah. Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinvektan.

“Dari kasus flu burung di Maduran tersebut terus diantisipasi dengan penyemprotan disinvektan disentra-sentra peternakan unggas di Lamongan,” ujar pria asal Flores ini.

Dirinya mengharapkan, jika ada unggas yang memiliki gejala flu burung, masyarakat segera melapor ke UPT Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di setiap kecamatan. Selain itu juga bisa langsung datang ke pos Khusus Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang sementara ini baru ada dikecamatan Kedungpring dan Mantup.

Baca Juga :   Bupati Puji Peserta Senam Kolosal

Munculnya penyakit flu burung menimbulkan kecemasan bagi para peternak unggas. Seperti yang dirasakan peternak puyuh didesa Datinawong, Kecamatan Babat. Di desa ini terdapat belasan peternak puyuh.

“Jarang ada penyuluhan apalagi penyemprotan (disinventan),  Mas,” kata salah satu peternak puyuh yang minta namanya dirahasiakan.

Agar tidak terjangkit flu burung, peternak melakukan tindakan antisipasi sendiri diantaranya dengan menjaga kebersihan kandang, memberikan minum puyuh dengan air bersih dan rajin memantau perkembangan ternak mereka.

“ Sekitar tahun 2009, flu burung mewabah didesa Datinawong. Puluhan ribu puyuh mati dan menjadikan ekonomi peternak langsung kolaps. Peternak baru bangkit  lagi tahun 2012 mas,” kata Kades datinawong Mundhakir. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *