SuaraBanyuurip.com – Suko Nugroho
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memberikan pelatihan kebencanaan kepada wartawan di Bojonegoro. Tujuannya agar wartawan dapat menjaga keselamatan dirinya sendiri pada saat melakukan tugas peliputan bencana, khususnya banjir.
Permintaan itu disampaikan Suyoto setelah mendapat masukan dari para wartawan saat media gathering di halaman Rumah Dinas Bupati, Jum’at (8/2/2014) malam. Media gathering yang mengangkat tema banjir itu berlangsung gayeng. Wartawan cetak maupun elektronik banyak memberikan masukan kepada bupati, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Soehadi Moeljono, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Saya minta Pak Amir, Kepala BPBD segera mengagendakan. Kalau bisa secepatnya. Sebelum bencana banjir yang kita prediksi datang pada pertengahan bulan ini,” kata Suyoto.
Menurut dia, pelatihan kebencanaan khususnya banjir itu penting bagi wartawan. Karena selama ini mereka juga melakukan tugas peliputan saat bencana banjir melanda.
“Kalau perlu ada simulasinya dan bagaiman cara mengevakusai korban, agar nantinya mereka bisa menjaga keselamatan dirinya sendiri saat peliputan dan sekaligus bisa menjadi relawan bencana,” papar Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto.
Sebelumnya, Dewi, reporter TvOne, mengungkapkan, selama ini wartawan sangat minim sekali dengan bekal kebencanaan dalam melakukan peliputan bencana. Namun karena tuntutan redaksi, wartawan tetap melakukan tugas itu meski terkadang keselamatannya terancam.
“Apalagi televisi, yang dibutuhkan adalah visual. Jadi siap tidak siap harus turun ke lokasi banjir maupun tempat-tempat evakuasi walaupun tanpa bekal kebencanaan,” kata Dewi, mengungkapkan.
Dia berharap, dengan pelatihan kebencanaan yang diberikan kepada wartawan itu akan menjadikan wartawan dapat menjaga keselamatan dirinya saat melakukan peliputan bencana. Sehingga kasus tewasnya seorang wartawan di Sumatera Utara (Sumut) saat melakukan peliputan meletusnya Gunung Sinabung tidak terjadi di Bojonegoro.(suko)