SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Suasana Desa Sukorame, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tampak seperti biasa. Warga yang mayoritas sebagai petani itu terlihat sibuk menggarap sawah ladangnya. Sejak pagi hingga matahari terbenam warga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bergulat dengan lumpur.
Tanda-tanda Eksplorasi migas Blok Nona yang akan dilakukan Pertamina Eksplorasi dan Pengembangan (EP) di Desa Sukorame, belum tampak. Sejak anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan seismik tiga dimensi (3D) 2012 lalu, tak ada ada kabarnya lagi. Padahal sebelumnya, tersiar kabar jika eksplorasi blok migas yang mencakup wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Mojokerto, itu akan dilaksanakan tahun 2014 ini.
“Belum ada kabar atau pemberitahuan dari Pertamina akan adanya eksplorasi minyak di sini, Mas,†kata Kepala Desa (Kades) Sukorame, Anton Susilo kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (8/2/2014) kemarin.
Sebagai kades yang baru enam bulan menjabat, dirinya mengaku belum paham titik mana saja diwilayahnya yang telah diseismik oleh Pertamina EP untuk mendeteksi kandungan minyak diperut bumi. “Hanya dengar kabar dari perangkat kalau tahun 2012 pernah ada seismik Pertamina. Namun setelah itu tidak ada kabarnya sama sekali,†ujar Anton.
Warga Sukorame juga mengaku belum mendengar sedikitpun akan adanya eksplorasi minyak di desanya. “Lahan saya dulu juga dipriksa. Bahkan dikasih alat peledak juga. Saya ndak tahu kalau akan ada penggalian minyak,†sambung salah satu warga Sukorame, Karyadi, mengungkapkan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, M.Fais Junaedi dihubungi via ponsil mengatakan, hingga saat ini pemerintah kabupaten (Pemkab) belum mendapatkan konfirmasi resmi jadi tidaknnya eksplorasi migas Blok Nona oleh Pertamina EP.“Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Pertamina EP, Mas,†sergah Fais dikonfirmasi terpisah.
 Sebelumnya  Eksternal Relation PT Bama Bumi Sentosa (BBS) yang menjadi mitra kerja Pertamina EP, Yudi Majid kepada SuaraBanyuurip.com mengatakan, setelah proses seismik di Lamongan akan dilakukan eksplorasi minyak pada tahun 2013/2014. Kegiatan siesmik di bumi Sunan Drajat sendiri dilakukan pada 14 maret 2012 -15 Februari 2013. Dari 133 desa di 11 kecamatan yang diseismik terdeteksi di perut bumi Lamongan terdapat kandungan minyak yaitu diwilayah kecamatan Sukorame.
Menurut Yudi Madjid sendiri daerah yang dipositifkan akan segera dieksplorasi paska proses seismik yaitu daerah segitiga yaitu kecamatan Sukorame (Lamongan), Kedungadem (Bojonegoro) dan Kabuh (Jombang). Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kegiatan eksplorasi dimulai.(tok)