SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Di tengah tidak menentunya harga minyak dunia saat ini, Pertamina mendukung jika produksi Lapangan Banyuurip dtingkatkan dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi 200 ribu bph. Asalkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), selaku wakil pemerintah menyetujuinya.
Dukungan itu disampaikan Pertamina karena perusahaan plat merah itu sama-sama memiliki saham 45 persen di Blok Cepu bersama ExxonMobil. Sedangkan 10 persen saham sisanya dimiliki empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tergabung dalam Badan Kerja Sama (BKS) Participating Interest (PI).
“Kalau pemerintah menyetujui, kita bersama EMCL siap menaikan produksinya,†tegas Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam saat melakukan kunjungan ke Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bersama jajarannya, Jumat (22/7/2016).
Dia menjelaskan secara teknik fasilitas pemrosesan minyak mentah yang ada di Lapangan Banyuurip tidak ada masalah, meskipun kapasitasnya hanya 185 ribu bph.
“Dengan penerapan teknologi, itu bisa diatasi,†tegasnya.
Alam mengungkapkan yang menjadi kendala untuk menaikan produksi Banyuurip dari 185 ribu bph menjadi 200 ribu bph ini karena dalam rencana pengembangan (PoD) produksi puncak hanya sebesar 165 ribu bph.
“Tidak perlu mengubah PoD. Tinggal fasilitas pemrosesannya disesuaikan saja. Tapi semua tinggal pemerintah, yang pasti kita siap,†tandas Alam.
Selain itu yang menjadi kendala lainnya, lanjut dia, adalah masalah izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Yang mana untuk pembakaran gas dibatasi hanya 50 juta kaki kubik per hari (milion metric standard cubic feed per day/MMSCFD).
Saat ini pembakaran gas, kata Alam, tinggal 12 MMSCFD. “ Untuk akhir bulan ini pembakaran gas sudah tidak ada lagi. Karena gas akan diinjeksikan,†pungkasnya. Â
Di tempat yang sama, Bagian Operasi Lapangan Banyuurip, Awan Suhardi menjelaskan saat ini produksi Banyuurip telah mencapai 165 ribu bph hingga 185 bph. Minyak mentah tersebut diolah di fasilitas pemrosesan untuk dipisahkan air dan gasnya sebelum dialirkan menggunakan pipa sepanjang 95 kilo meter ke tempat penampungan di laut Palang, Tuban.
“Sebagian dari gas sekarang ini sudah kita gunakan untuk pembangkit listrik di sini,†ucapnya.
Sebelumnya, EMCL dikabarkan telah mengajukan peningkatkan produksi Lapangan Banyuurip sebesar 200 ribu bph kepada Kementerian ESDM melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Namun usulan tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan PoD maupun Amdal.(suko)Â