SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro -Â Suasana menjelang pencoblosan pemilihan kepala desa (Pilkades) di sekitar sumur gas Jambaran – Alas Tua Barat (ATW) di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kian memanas, Sabtu (8/2/2014). Sejumlah simpatisan dari calon kepala desa (Cakades) melakukan penjagaan di jalan menuju lingkungan mereka untuk mengantisipasi masuknya orang luar desa yang ingin memprovikasi warga dalam pelaksanaan pilkades, Minggu (9/02/2014) besuk.
Dari pantauan di lapangan, sekelompok warga bergerombol di setiap masuk jalan lingkungan. Diantaranya di Desa Wadang, Jelu, Tengger, Ngasem, Sendangharjo, Mediyunan, Ngadiluwih, Trenggulunan, Setren dan Bandungrejo. Desa-desa itu akan melaksanakan pilkades serentak pada Minggu besuk.
Mereka menghentikan setiap orang dari luar daerah yang masuk ke wilayah mereka untuk menanyakan identitas dan keperluannya. Bahkan mereka tak segan memulangkan jika  orang tersebut tak dapat menjelaskan maksud dan tujuannya.
Seorang warga Dusun Sambirjo, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kasirin, mengatakan, pengetatan penjagaan oleh simpatisan cakades itu dilakukan sejak selesai kampanye pilkades, Jumat (07/02/2014) kemarin. Tujuannya, untuk mengantisipasi masuknya orang luar daerah yang ingin mengacaukan pelaksanaan pilkades.
“Biasanya malam pencobolosan ini rawan sekali. Karena itu banyak warga yang melakukan penjagaan utamanya jalan gang masuk lingkungan, Mas,” kata Kasirin kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (08/02/2014).
Senada dikatakan Parijan, warga Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem. Dia mengungkapkan, penjagaan dilakukan warga di setiap jalan tembus baik ke lingkungan maupun ke desa lain yang merupakan akses poros desa.
“Ya kemungkinan mengantisipasi warga luar masuk membikin ulah yang tidak-tidak, Mas. Jadi warga melakukan penjagaan dengan ketat,” sambung Parijan.
Terpisah, Kapolsek Ngasem, AKP Subarata, menegaskan, Â aksi yang dilakukan sejumlah simpatisan cakades itu dinilai wajar. Karena mereka ingin pelaksanaan Pilkades di desanya berjalan aman, tertib dan lancar.
“Kalau sebatas itu tidak masalah, Mas. Terpenting saling bisa menjaga ketertiban, keamanan, dan kerukunan bersama. Insya Allah sebentar lagi satu pleton anggota Brimob juga datang untuk pengamanan,” sambung Subarata saat melakukan pemantauan di Desa Trenggulunan. (sam)