Warga Merasa Digantung Operator

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Operator Lapangan Unisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TBR), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), BPN maupun Pemrov Jatim hingga saat ini belum melakukan penetapan lokasi maupun harga lahan yang akan dibebaskan sebagai pengembangan proyek Gas Cepu di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Dusun (Kasun) Desa Dolok Gede, Kecamatan Tambakrejo, Kariyono, mengatakan, sampai saat ini belum ada penetapan lokasi mupun harga lahan yang akan dibebaskan untuk proyek unitisasi sumur J-TBR. Kegiatan yang dilakukan baru sebatas sosialisasi dari pihak Pertamina, dan intansi trkait pembebasan.

“Sedangkan, soal nilai jual pun juga belum ada kejelasan berapa harga per meternya,” kata

Kariyono kepada suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, Sabtu (08/02/2014).
Dia berharap, baik dari PEPC, BPN maupun Pemrov Jatim untuk segera menetapkan lokasi dan harga lahan yang akan dibebaskan. Agar warga bisa mengetahui secara pasti dan tidak hanya berangan-angan saja.

“Mayoritas, harapane warga maunya segera dipositifkan kepastiannya berapa dan lahan mana saja yang ditetapkan. Sehingga warga tidak merasa digantung saja, Mas,” ungkapnya menerangkan.

Baca Juga :   Pengembangan Sumur Baru Migas Pad C Sukowati Masuk Tahap Uji Tanah

Sementara, Public Relations & CSR Manager PEPC, Abdul Malik dikonfirmasi melalui pesan pendek, Sabtu (08/02/2014), terkait dengan kejelasan kapan penetapan lahan yang akan dibebaskan dan berapa harga lahan per meter yang ditentukan hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *