SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Peserta pelatihan dan sertifikasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Jawa Timur, berharap mendapat pekerjaan di perusahaan migas yang beroperasi di Bojonegoro. Sebab sejak selesai mengikuti pelatihan di Pusat pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Nopember 2013 lalu, sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan.
Salah satu peserta, Dwi Septiningtyas, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, mengungkapkan, dia bersama tujuh temannya hingga kini belum bekerja di perusahaan migas maupun kontraktornya. Dia berharap dapat segera memanfaatkan ilmu yang didapatnya dari pelatihan tersebut.
“Kami meminta Disnakertransos untuk membantu,†kata perempuan berusia 20 tahun itu.
Menanggapi hal itu, Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wijaksono, menyatakan, akan semaksimal mungkin membantu pemuda dan pemudi Bojonegoro mendapatkan pekerjaan lebih dengan bekal yang sudah didapat. Karena dengan bekal itu akan mempermudah, meskipun harus menunggu.
“Kita sudah menyerahkan data tenaga lokal berpotensi dan memiliki kompetensib, tapi memang harus sabar karena tidak semua bisa tercover,†sambung Adi.(rien)