SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kerusakan jaring milik nelayan di Tuban tidak hanya akibat terkena batu di lokasi proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-3 Banyuurip, Blok Cepu, namun juga ada nelayan yang mengaku rusaknya jaring akibat tersangkut pipa milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) yang ada di perairan laut utara, tepatnya di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Informasi yang dihimpun Suarabanyuurip.com menyebutkan, saat ini ada dua orang nelayan asal Kelurahan Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang mengaku jaring atau alat tangkapnya rusak. Itu akibat tersangkut pipa ketika menangkap ikan di pinggir pantai.
“Rusak kena pipa yang di timur, Mas,†jelas Muhammad Khasan (52), salah satu nelayan yang jaringnya rusak kepada Suarabanyuurip.com, Senin (10/2/2014).
Selain itu, ada satu lagi nelayan yang mengaku jaringnya juga rusak akibat tersangkut pipa. Nelayan ini juga mengaku, satu jaringnya dengan panjang sekitar 25 meter rusak ketika melakukan penangkapan ikan di sekitar pantai kecamatan setempat.
“Jaring saya satu yang juga rusak, Mas. Kita minta diganti sama perusahaan biar bisa dipakai lagi,†jelas Kartaji (49), salah satu nelayan asal Kelurahan Karangagung yang lain.
Kepada Suarabanyuurip.com, kedua nelayan ini mengaku sudah melaporkan peristiwa ini kepada Rukun Nelayan (RN) setempat. Mereka berharap jaring lekas diganti supaya bisa segera dipergunakan.
“Sudah kami laporkan ke RN, katanya juga sudah mau disampaikan ke Pertamina (sebutan nelayan untuk JOB PPEJ),†jelas kedua nelayan tersebut.
Field Admint Superintendant JOB PPEJ, Hananto Aji, ketika dihubungi melalui ponselnya akan segera melakukan pengecekan kepada petugas yang ada di lokasi. Apakah benar jaring kedua nelayan tersebut rusak akibat pipa JOB PPEJ dan mereka sudah menerima laporan atau belum.
“Saya akan cek dulu ke petugas, nanti saya hubungi lagi,†terang Hananto melalui ponselnya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (10/2/2014). (edp)