Nasib Lapter Ngloram Tidak Jelas

ngloram

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Pengaktifan Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah hingga kini tidak jelas. Pemerintah pusat maupun daerah hingga kini juga belum memberikan kabar terkait Lapter tersebut.

Sementara itu, warga yang terkena pembebasan lahan untuk pengembangan Lapter Ngloram telah rela melepas tanahnya. Akan tetapi tim pembebasan lahan yang ditunggu-tunggu sejak kabar terakhir pada bulan Juli 2013, sampai sekarang tak tampak batang hidungnya.  

Kepala Desa Ngloram, Diro Beny Santoso, kepada SuaraBanyuurip.com mengatakan, sampai saat ini belum ada kabar yang pasti terkait rencana pemerintah mengaktifkan Lapter Ngloram. Padahal warganya sudah rela melepas tanahnya untuk proyek pengembangan Lapter yang sudah lama digadang-gadang masyarakat tersebut.

Diro menyampaikan, setelah kedatangan tim dari Kementerian ESDM serta instansi terkait lainnya seperti  Pertamina, Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pihak maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan di Ngloram pada Juli 2013 lalu hingga kini belum ada sosialisasi lanjutan.

“Sampai saat ini belum ada kabar perkembangan lanjutan. Tapi informasi yang ada tahun 2015 mendatang Lapter Ngloram sudah operasi,” ungkap Diro kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (10/2/2014).

Baca Juga :   Menjelang Buka Puasa, SH Terate Ngrejeng Bagikan Ratusan Takjil

Dia katakan, bila target tahun depan operasi, maka tahap awal dalam pembebasan lahan warga terdampak harus segera dilakukan. “Paling tidak ada kepastian kalau itu benar-benar mau diaktifkan kembali,” ujarnya.

Diro mengaku, seiring mendapat pertanyaan dari warga perihal pembebasan lahan itu, namun dirinya juga mengaku kalau masih menunggu kabar lanjutan dari pemerintah daerah. “Kita berharap segera dilakukan proses sosialisasi pembebasan lahannya,” katanya.

Reaktifasi Lapter yang dibangun di atas tanah milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) itu sudah muncul sejak lama. Terakhir  tim yang datang didampingi Bupati Blora, Djoko Nugroho, itu sudah membawa gambar rencana pembangunan landasan pacu Lapter. Tim juga sempat berdialog dengan warga yang rumahnya di sekitar Lapter.

“Makanya masyarakat selalu bertanya kapan tanahnya akan dibebaskan,” ujar Diro.

Seperti diketahui, pendataan tanah milik warga dilakukan BPN Kanwil Jawa Tengah. Hanya saja lantaran Kementerian ESDM secara resmi belum memberikan data rencana pengaktifan kembali lapter Ngloram, pendataan itupun belum dilakukan.

Sesuai perencanaan awal, diperkirakan dibutuhkan lahan sekitar 20-30 hektar sebagai pendukung pembangunan kembali lapter Ngloram. Landasan pacu Ngloram yang saat ini sekitar 900 meter akan diperpanjang menjadi 2.200 meter. (ali)

Baca Juga :   EMCL Dukung Pelatihan Pemberdayaan Radio Komunitas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *