Pertamina EP Asset 4 Berlakukan HSSE Passport

Security

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 dalam melaksanakan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (Migas) berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan aspek Health, Safety, Sevurity, dan Environment (HSSE).  Termasuk juga melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai Operational dan SHE  Exxelence.

Oleh karena itu, di wilayah Operasi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, diperlakukan sistem HSSE Passport . “HSSE Passport ini mulai efektif berlaku besuk selasa,(11/2/2014). Dan ini merupakan yang pertama kalinya Field Cepu,” kata Public and Government Relation Staff Pertamina Asset 4,  Aulia Arbiani, saat uji coba HSSE Passport kepada SuaraBanyuurip.com pada, Senin (10/2/2014).

Aulia menambahkan, sebetulnya program itu sudah diberlakukan sejak  tahun lalu, namun  penerapan HSSE Passport ini baru di Kantor Pertamina EP pusat di Jakarta. “Di Field Cepu ini pertama kalinya diberlakukan,” ungkapnya.

Menurut Aulia, HSSE Passport hanya berlaku ketika akan memasuki wilayah operasi kegiatan Pertamina, bukan di kantor.  Nantinya berlaku untuk seluruh pekerja dan pekarya di seluruh fasilitas atau instalasi produksi sumur, Stasiun Pengumpul (SP), Stasiun Pengumpul Umum (SPU), Pusat Penampungan Produksi (PPP) workshop atau bengkel, power plant, maupun gudang.

Baca Juga :   Hampir 2 Minggu Hasil Uji Laboratorium Semburan Lumpur Belum Keluar

Saat uji coba yang di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung, Karangboyo, Cepu, HSSE Operation Manager  Pertamina EP Asset 4, Alamsyah, mengatakan, ada dua hal penting diberlakukannya HSSE Passport ini. Pertama, sebagai fungsi identifikasi serta untuk diketahui fit secara medis kesehatannya. Kedua, bisa dipakai untuk mengecek kompetensi.

“Jadi yang masuk instalasi produksi itu harus memenuhi beberapa kriteria. Misalnya telah memiliki Minimum Mandatory Trainning,” ujar Alamsyah.

Dia katakan, HSSE Passport ini dirasa penting untuk diperlakukan karena berlandaskan catatan tahun-tahun yang lalu ternyata masih tinggi angka kecelakaan. Itu terutama di kegiatan moving alat berat dan angkat angkut.

Dia tambahkan, mayoritas atau 95 persen kejadian kecelakaan kerja itu terjadi pada pekarya atau pekerja outshorcing.

Sedangkan buku HSSE Passport itu dibagi menjadi tiga macam. Buku warna merah untuk pegawai Pertamina, warna Hijau untuk Pekarya, dan Biru untuk tamu.

“Sementara saat ini kita fokuskan dulu yang merah dan hijau. Karena untuk kepentingan operasi produksi. Dan yang biru untuk tamu baru kita persiapkan, paling tidak tri wulan kedepan sudah diberlakukan,” katanya.

Baca Juga :   Garuda Indonesia Minati Lapter Ngloram

Ketika ditanya dalam proses penantian dimunculkannya buku biru untuk tamu tersebut, Alamsyah mengatakan, tamu yang datang ke lokasi akan tetap melalui verifikasi dari pihak security.

“Masih seperti biasa. Mereka tetap akan diverifikasi security terkait identitas, keperluan, atau kepentingan lainnya dengan meninggalkan kartu identitas di pos security. Tapi sebelumnya pihak security akan memberi training atau briefing awal sebelum memasuki lokasi operasi,” papar Alamsyah. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *