SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Proyek Lapangan Cendana, Gas Cepu di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditunda. Mobil Cepu Ltd (MCL) selaku operator lebih memperhitungkan sisi bisnis dalam penundaan proyek yang sudah banyak dinanti tersebut.
“Yang saya tahu, Cendana ditunda,” kata Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (PT ADS), Ganesa Askari, kepada Suarabanyuurip.com
Menurut dia, MCL melakukan penundaan karena pertimbangan bisnis. Sebab, untuk harga jual gas yang akan diproduksi dari Lapangan Cendana belum ada kepastian.
“Sampai menunggu hasil harga gas, sedangkan biaya komersilnya eksploitasi juga tinggi,” terangnya.
Dengan adanya kondisi tersebut, Ganesa mengaku, PT ADS selaku salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro yang juga memiliki saham di Blok Cepu akan fokus terlibat di unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB).
“Karena kita ikut memiliki saham, mengikuti saja perkembangannya, namun lebih fokus yang di JTB,” tuturnya.
Sebelumnya dia menyatakan, wacana opsi integrasi Lapangan JTB ke Lapangan Sukowati tidak diketahuinya. Menurutnya Lapangan Sukowati tidak ada kaitanya dengan JTB. Berdasarkan sepengetahuannya injeksi kandungan gas karbon dioksida (CO2) di Gas Cepu akan dilakukan di JTB.
Sementara itu, Vice President Public and Government Affairs Exxon Mobil, Erwin Maryoto, saat berupaya dikonfirmasi tidak memberikan respons. Pesan singkat yang dikirim Suarabanyuurip.com tidak dijawab. (roz)