Makanan Khas Bojonegoro Rambah China

jasper

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi Exchange Center untuk meningkatkan produk-produk Jawa Timur khususnya Bojonegoro di Gedung Angling Dharma Kantor Pemerintahan setempat,Selasa (10/2/2014).

Kepala Bagian Kerja sama Luar Negeri Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto, mengungkapkan, selama ini ekspor ke China selalu mengalami defisit, bahkan merugikan pengusaha di beberapa daerah. Sehingga, dengan adanya exchange center di Italian Village Tianjin China ini diharapkan akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.

Dia mengungkapkan, selama ini banyak pengusaha yang mengalami kerugian karena pembayaran tidak diberikan sepenuhnya sesuai perjanjian di awal dengan berbagai alasan. Sehingga menyebabkan tidak ada lagi yang mengekspor barang ke China.

“Dengan adanya Exchange Center pengusaha akan dibayar tiga puluh persen diawal perjanjian, sisanya saat melakukan pengiriman barang,” tandas Benny.

Dia menjelaskan, Exchange Center ini berada di Italian Village China yang mengendalikan semua produk dalam negeri baik itu pembayaran maupun pemasaran. Sehingga masyarakat di Jawa Timur tidak perlu khawatir lagi mengalami kerugian jika mengekspor barangnya.

Baca Juga :   4 Kecamatan di Tuban Terendam

Sementara itu, Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, mengatakan, dari 30 pengusaha lokal di Bojonegoro yang memerkan beberapa produk unggulan diantaranya ledre aneka rasa, rengginang, keripik singkong, unthuk yuyu, manisan tomat, batik jonegoroan, dan sebagainya. Dari produk itu akan dipilih yang memiliki potensi untuk di ekspor ke China.

“Selama ini Jawa Timur hanya mengekspor barang seperti furniture atau kerajinan tangan dan baru pertama ini kami mengusulkan ekspor makanan khas Bojonegoro,” sambung Basuki.

Terpisah, Exchange Center Of East Java TTI Promotion, Jasper Ho, mengungkapkan, ada beberapa makanan khas Bojonegoro yang cocok dengan lidah masyarakat di China. Oleh sebab itu potensi yang dimiliki pengusaha lokal sangat besar untuk mengeskpor makanan-makanan kecil tersebut.

“Saya rasa makanan kecil di Bojonegoro sangat unik, beberapa diantaranya berasal dari buah-buahan kenapa tidak dicoba untuk memasarkannya,” tukas pengusaha garmen tersebut.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *