SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Jawa Timur Soehadi Moelyono meminta Satun Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk memasukkan sumur Kedung Keris yang terletak di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu di dalam peta wilayah pengembangan migas.
“Meskipun statusnya masih eksploitasi, jangan sampai tidak termasuk di dalam Rancangan Detail Tata Ruang Kecamatann atau RDTRK,†tegas Soehadi, Selasa (10/2/2014).
Dia mengatakan, keberadaan pengembangan migas akan memberikan dampak sosial dan lingkungan. Karena itu jangan sampai SKK Migas dan Mobil Cepu Limited (MCL) selaku operator meremehkan hal tersebut. Terlebih, saat muncul potensi minyak di dalamnya.
“Bisa runyam kalau menganggap remeh, jadi saya minta mereka tetap memasukkan sumur Kedung Keris ini ke dalam peta pengembangan migas,†tandas mantan Kepala Bappeda Bojonegoro itu.
Sementara itu, dari data yang diperoleh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegro menyebutkan, lokasi tapak sumur atau well pad yang di operatori oleh MCL ada di dua Kecamatan yakni Kecamatan Gayam berada di Desa Gayam, Desa Mojodelik dan Desa Bonorejo.
Sedangkan di Kecamatan Padangan berada di Desa Purworejo, Desa Sidorejo, Desa Sonorejo, Desa Kuncen, dan Desa Padangan.
Terpisah, Field Government and Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, pihaknya sedang fokus pada pencapaian puncak produksi minyak Banyuurip.(rien)