SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Cuaca yang tidak menentu belakangan menyebabkan perkembangan nyamuk Aedes Aegepty meningkat. Gigitan nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Â ini, menyebabkan jumlah pasien DBD di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah meningkat.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, hingga kini paling tidak ada satu orang setiap hari yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinkes Blora, Henny Indriyani, melalui  Kabid Kesehatan Masyarakat, Lilik Hermanto, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (12/2/2014).
Menurut Lilik, dalam hitungan hampir tiap hari ada seorang warga Blora yang terserang DBD. Pada bulan Januari 2014 lalu  sebanyak 20 warga yang terserang DBD.
“Sampai per tanggal 10 Februari kemarin sudah ada penderita bertambah lagi sebanyak  10 hingga 15 orang,” katanya.
Lilik menyebutkan hingga awal tahun ini belum ada korban penyakit DBD yang meninggal dunia. Meski demikian, dia berharap masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga lingkungan masing-masing.
“Bila ada sanak keluarga atau tetangga yang badannya demam hingga selama tiga hari tidak turun disarankan segera berobat ke dokter,” ujar Lilik.
Tindakan itu dirasa bijaksana untuk dilakukan pemeriksaan kondisi penderita. Paling tidak kalau terjangkit bisa dilakukan penanganan antisipasinya.
Dia katakan, selama ini bila ada pasien penyakit DBD yang meninggal dunia, itu mayoritas disebabkan keterlambatan untuk berobat. “Kita musti tetap waspada. Apalagi saat ini kondisi musim tidak menentu hujannya,” imbuh Lilik.
Lilik juga berharap, dengan kesadaran masyarakat itu bisa meminimalisir penyebaran penyakit DBD ini. Dikarenakan tahun 2013 kemarin jumlah pasien DBD alami kenaikan. (ali)