BLH Duga Penambangan Pasir untuk Proyek Besar

SuaraBanyuurip.com - Ririn wedia

Bojonegoro – Adanya penambangan pasir secara mekanik di beberapa titik di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengancam kerusakan lingkungan bahkan kerusakan fasilitas umum seperti jembatan maupun bendung gerak.

Kepala badan Lingkungan Hidup,Tedjo Sukmana, menyampaikan, adanya penambangan pasir yang dilakukan sebagian diakui untuk kegiatan proyek besar di Bojonegoro, namun penambang enggan menyebutkan kemana saja pasir itu dikirim.

“Masyarakat bisa menilai dimana saja ada kegiatan pembangunan yang dilakukan secara besar-besaran,” kata Tedjo.

Meskipun begitu, pihaknya tidak mendapatkan bukti atau laporan bahwa kegiatan penambangan pasir secara mekanik digunakan untuk kegiatan atau proyek migas baik itu di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL) maupun Sumur Tiung Biru yang di operatori Pertamina EP Asset 4. Selain itu juga untuk pembangunan perumahan yang menjamur.

“Kami belum menerima laporan kemana saja pasir itu dikirimkan,” sergahnya.

Menanggapi hal tersebut, Community Affair Manager, kontraktor engineering, procurement and Constructions (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, PT Tripatra, Budi Karyawan, tidak membantah adanya kebutuhan pasir untuk membuat beton.

“Tapi kami tidak pernah mengambil pasir di Sungai Bengawan Solo,” tegasnya.

Budi mengatakan, kebutuhan pasir selama ini mengambil dari gunung Merapi di Yogyakarta dan masih berlangsung hingga saat ini. Setiap hari berkubik-kubik pasir dikirimkan menggunakan truk tronton untuk diolah menjadi beton.

“Kami mencari pasir berkualitas bagus untuk beton-beton itu,” tandasnya.(rien)

Baca Juga :   Per 1 Januari 2024 Uji KIR di Bojonegoro Gratis

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *