SuaraBanyuurip.com -Â Â Totok Martono
Lamongan- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan perkiraan curah hujan di wilayah Jawa Timur dalam kondisi sedang atau menengah. Sebelumnya BMKG mengeluarkan peringatan bahwa curah hujan di Jatim akan tinggi dan masyarakat diminta meningkatan kewaspadaan akan datangnya banjir.
Ralat informasi tersebut disampaikan Direktur Perbaikan Darurat pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Yolak Daumunthe saat bersama Bupati Lamongan, Fadeli meninjau kesiapan pompa banjir di Sluis Kuro Kecamatan Glagah, Kamis (13/2/2014).
Menurut Yolak, BMKG memang sebelumnya mengeluarkan peringatan akan tingginya curah hujan di Jatim yang kemudian diralat menjadi sedang. “Meski perkiraan curah hujan tidak lagi tinggi, namun tetap harus waspada. Terutama jika terjadi cuaca ekstrem yang tidak bisa diramalkan,” ucap Yolak kepada suarabanyuurip.com.
Dalam kunjungannya itu Yolak mengapresiasi kesiapan dari setiap daerah di Jatim, seperti halnya yang sudah dilakukan Lamongan. “Tugas saya memang mengunjungi dan memantau tiap daerah yang berada di daerah aliran Sungai Bengawan Solo. Serta mensosialisasikan ke masyarakat untuk siaga bencana,” kata dia.
Yolak berpesan, jika bencana terjadi agar menutamakan keselamatan manusia dan menyiapkan pemenuhan kebutuhan dasar. “Jangan lupakan pula pemulihan pasca bencana. BNPB siap membantu logistik untuk itu,” ujarnya.
Di lokasi pompa banjir di Sluis Kuro ada sebanyak tujuh unit pompa banjir yang dicoba. Pompa itu berkapasitas total 4000 liter perdetik. Terdiri dari dua unit pompa air berkapasitas masing-masing 250 liter perdetik, 3 unit berkapasitas masing-masing 500 liter perdetik dan 2 unit lainnya berkapasitas masing-masing 1000 liter perdetik. Jika seluruhnya dioperasikan, bahan bakar yang dibutuhkan mencapai 20 liter untuk setiap jamnya.(tok)