SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kontraktor Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra Engineers & Constructors, memanfaatkan limbah kayu yang berasal dari proyek menjadi kerajinan bermanfaat. Limbah tersebut diolah menjadi barang seperti meja, kursi dan lemari.
Field Manager PT Tripatra Engineers & Constructors, Totok Wibowo, mengaku, sengaja merekrut beberapa orang yang memiliki keahlihan khusus untuk mengolah limbah kayu di dalam lokasi proyek menjadi barang berguna. Benda-benda itu dipergunakan sendiri baik keperluan kantor maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan.
“Ada yang kita menfaatkan sendiri, ada juga yang diminta warga sekitar,†kata Totok.
Dia menceritakan, ide kreatif itu muncul saat dia melihat banyaknya kayu yang dihasilkan dari bekas pengecoran, packing equipment atau yang lainnya. Kayu yang didatangkan dari Kalimantan tersebut sangat sayang kalau dibuang sehingga dimanfaatkan.
“Kecuali limbah dari besi, itu kami simpan,†imbuh Totok.
Tidak hanya limbah kayu saja yang diolah menjadi benda bermanfaat, kotoran manusia atau tinja yang dihasilkan oleh ribuan pekerja PT Tripatra juga dapat diolah menjadi pupuk. Pengolahan tinja itu dilakukan oleh subkontraktor, PT Plangindo yang menggandeng masyarakat di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem.
“Untuk limbah tinja ini menghasilkan enam tanky setiap harinya,†tukas Totok.(rien)Â