Warung Sekitar PLTU Gulung Tikar

warung

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sejumlah warung makanan dan minuman (Mamin) yang berada di sekitar proyek PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Wadang, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai kelimpungan. Karena aktivitas pekerjaan di proyek tersebut menurun menyusul akan selesainya pembangunan PLTU.

Pantauan di lokasi, saat ini sudah ada sekitar lima warung yang menutup dagangan. Beberapa warung yang semi permanen tersebut, bahkan sudah mulai dibongkar.

“Bongkar saja mas, wes gak cucuk (banyak merugi),” kata Shofa (30), salah satu warga yang diketahui melakukan pembongkaran salah satu warung di sekitar proyek PT PLTU, Kamis (13/2/2014).

Sementara pemilik warung lainnya, Harti (59), mengatakan, kalau penjualan sudah tidak selaris dua tahun terakhir. Karena saat ini jumlah pekerja proyek sudah jauh berkurang. Bahkan untuk pembeli di tempatnya sekarang tinggal 20 persen dibanding sebelumnya.

“Jauh berkurang, sekarang tinggal 20 persen saja pebelinya,” kata Harti, ketika ditemui suarabanyuurip.com di warungnya.

Saat ini, Harti lebih memilih untuk menjual warung miliknya seharga 7 juta. Padahal dulu dia menghabiskan uang sekitar 25 juta untuk pembuatan warung.  Selain itu dia juga mengeluarkan ongkos senilai Rp3 juta untuk penyewaan lahan di Desa Wadung, Kecamatan Jenu.

Baca Juga :   Kuswiyanto : Kembalikan Kejayaan Hutan Bojonegoro

“Dijual 7 juta, dulu bikinnya habis 25 juta dan ongkos sewa lahan sebesar 3 juta rupiah,” ujarnya, menjelaskan.

Diketahui, proyek PT PLTU diperkirakan akan selesai pada kisaran bulan Maret 2014 mendatang. Seiring akan beroperasinya PT PLTU, pekerja proyek yang kebanyakan berasal dari ring 1 saat ini kembali menganggur.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *