Rumah Kos Menjamur di Bojonegoro

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Meningkatnya sektor perekonomian bersamaan industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membangkitkan bisnis jasa rumah kos-kosan.

Sebelumnya rumah kos digunakan oleh mahasiswa atau anak sekolah yang rumahnya jauh. Sekarang yang membutuhkan tempat kos dari berbagai jenis profesi, mulai karyawan hotel, restaurant, swalayan, tempat hiburan, termasuk juga pekerja di proyek Migas.

Pantauan di lapangan menyebut, masyarakat Bojonegoro mulai berlomba-lomba membangun rumah kos dari harga murah sampai mahal sesuai fasilitas yang disediakan. Kos-kosan yang menjamur di berbagai wilayah di titik kota tersebut mulai dari harga Rp200.000 sampai Rp750.000 per bulan.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, M Yasin, mengaku keberadaan rumah kos memang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, keberadaan industri Migas yang menjadi salah satu faktor penunjang akan membuat bisnis kos semakin berkembang pesat.

“Bisa-bisa seperti di Surabaya, kos jadi salah satu alternatif tempat tinggal,” tukasnya.

Disinggung mengenai regulasi, pihaknya belum bisa memberikan jawaban. Karena memang, pemerintah setempat belum mengusulkan regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) untuk rumah kos.

Baca Juga :   Laporkan ke KPAI dan Mabes Polri

“Kalau sudah ada regulasinya ya harus bayar pajak, kalau belum ya tidak bisa,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Perijinan Bojonegoro, Kamidin, mengaku, bukan kapasitas dan wewenangnya mengenai keberadaan kos-kosan ini. Tetapi di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) karena bersifat pajak.

“Coba ditanyakan Dispenda saja,” sergahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Bojonegoro, Herry Sudjarwo, belum memberikan keterangannya mengenai hal ini. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *