SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Lifting minyak pada tahun 2014 diprediksi akan tercapai. Bahkan melebihi yang sudah ditargetkan yakni sebesar 870 barel perhari (Bph).
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Mamit Setiawan. Dia mengaku optimis target lifting akan tercapai bahkan lebih. Karena beberapa perusahaan cukup percaya akan produksi dari lapangan migas yang mereka operasikan.
“Kontraktor kontrak kerjasama yakin akan menyelesaikan pekerjaan sesuai target,”tegasnya seperti dikutip dalam Harian Tempo pada Minggu (9/2/2014) silam.
Dia mengatakan, realisasi pada 2013 sekitar 820 ribu barel per hari (bph) dari target lifting 840 ribu bph. Tidak tercapainya target tahun lalu itu disebabkan beberapa faktor.
“Kendala terbesar adalah penurunan nilai produksi,” tegas Mamit.
Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan, pendapatan negara dari sektor minyak dan gas bumi bakal jeblok tahun ini, seiring dengan turunnya target lifting minyak. Ia mengungkapkan, pendapatan negara bakal berkurang hingga Rp3 triliun untuk kelipatan penurunan 10 ribu bph.
Penurunan lifting, kata Askolani, terjadi karena Lapangan Banyuurip Blok Cepu belum bisa berproduksi puncak pada tahun ini. Selain itu, penurunan produksi minyak secara umum terjadi karena kondisi alam yang kurang baik.(rien)