Pengusaha Katering di Blok Cepu Berharap Bisa Bertahan

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Pengusaha katering di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu mulai khawatir akan tidak lagi dapat bertahan jika proyek yang berpusat di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu telah selesai. 

“Kalau proyek selesai, pekerjanya juga sudah tidak ada lagi ya tidak tahu harus bagaimana lagi,” kata salah satu pemilik usaha katering, Lismiyati kepadasurabanyuurip.com, Selasa (18/2/2014).

Warga Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam itu, memulai usaha katering sejak dimulainya pengerjaan proyek Engineering, Procurement, and Constructors (EPC) 1 Banyuurip pada pertengahan tahun 2011 lalu. Lismiyati sempat mendapat pelatihan usaha cathering dari kontraktor EPC-1 dan 5 bersama sejumlah perempaun di sekitar lokasi proyek Banyuurip. 

“Sebelumnya nganggur dan jadi Ibu rumah tangga,” akunya. 

Menurut Lismiyati, adanya proyek Banyuurip menjadi berkah bagi para perempuan di sekitar ring I dan II. Setidaknya selain mendapat tambahan penghasilan, juga bisa mempekerjakan orang lain. 

“Sekarang karyawan saya ada delapan orang,” ucapnya.

Dengan dibantu karyawannya, setiap harinya Lismiyati bisa menyuplai katering sebanyak 800 kotak makan bagi pekerja EPC-1 dan 5 di proyek Banyuurip.

“Jumlah itu untuk makan pagi dan malam untuk lembur,” ujar dia, menjelaskan. 

Dia berharap, jika nantinya proyek sudah selesai, pemberdayaan bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga juga diperhatikan.

“Kebanyakan sudah membayangkan bagaimana kondisi warga sekitar setelah proyek selesai,” tuturnya. (roz)

Baca Juga :   Dewan Energi Nasional Benchmarking ke PPSDM Migas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *