SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Keberhasilan Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) dmeraih Wilayah Bebas Korupsi atau WBK menarik perhatian Dewan Energi Nasional (DEN) untuk Benchmarking atau studi banding.
Rombongan DEN datang ke PPSDM di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (9/11/11/2020). Mereka diterima oleh Kepala PPSDM Migas, Wakhid Hasyim di ruang PTSA (Pelayanan Terpadu Satu Atap) PPSDM Migas.Â
Kepala PPSDM Migas, Wakhid Hasyim menjelaskan prinsip tercapainya WBK oleh PPSDM Migas pada tahun 2018 adalah adanya perubahan mind set (pola pikir). Tidak hanya para jajaran pemimpin tetapi juga keseluruhan pegawai PPSDM Migas.
“Harus terjadi perubahan mind set sebagai Aparatur Sipil Negara yang awalnya harus dilayani menjadi yang siap sedia melayani dengan setulus hati,” kata Wakhid.
Sebab, kata dia, ASN itu tugas utamanya adalah melayani masyarakat. Syarat lainnya adalah jangan takut untuk menerima saran dan kritik yang membangun dari masyarakat.
“Karena dengan kritik tersebut kita menjadi sadar dan faham apa saja kekurangan dan kelebihan kita,” tutur Wakhid.
Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian DEN, Supriyadi mengungkapkan, kedatangannya bersama rombongan ke PPSDM Migas untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang diperlukan sehingga DEN bisa meraih predikat WBK.
“Kami datang dari Jakarta ke Cepu untuk menimba ilmu karena kami melihat perbedaan yang sangat besar yang terjadi pada PPSDM Migas. Yaitu menjadi lebih bagus, fasilitas yang semakin lengkap dan pelayanan yang semakin bagus lagi,” imbuh Supriyadi.
Pada kesempatan itu, hadir juga Kepala Sub-Bagian Kepegawaian dan Umum Eri dan kepala Sub-Bagian Rumah Tangga, Ramos beserta Tim. Acara benchmarking kali ini ditutup dengan paparan dari Tim Teknologi Informasi PPSDM Migas yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai topik studi banding.(adv/ams)Â