SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Nasib apes menimpa, Sigik Hariyanto, security proyek Engineering Procurement and Contruction (EPC) 1 lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu. Gara-gara membantu menyalurkan listrik untuk tempat parkir karang taruna Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dipecat dari pekerjaannya.Â
Dia membantu menyalurkan listrik dari proyek untuk tempat parkir karyawan proyek. Apalagi yang mendirikan tempat parkir tersebut adalah Karang Taruna, di sekitar pioneer di dekat well Pad A, proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Iya awalnya saya cuma membantu menyalurkan untuk penerangan saja,” kata Sigik, Rabu (19/2/2014).
Niat baik menolong rekannya malah berbalik menimpa nasibnya. Tidak banyak alasan warga Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, ini di keluarkan dari kerjanya.
“Saya akui memang salah, tapi ya baru pertama ini saya melakukan itu,” ungkapnya.
Dia menuturkan, sebelumnya juga tidak ada peringatan atau teguran, langsung tahap pemecatan. Dia sempat mendapat tawaran pindah ke luar Bojonegoro akan tetapi menolak lantaran jauh.
“Jauh mas, jadi saya tolak,” tuturnya.
Sigik mengaku, sudah bekerja sebagai sekurity selama 1,5 tahun. Dia dikeluarkan sekitar satu minggu lebih.
“Tanggal 3 Februari saya mulai tidak bekerja,” paparnya.
Salah satu tetangganya, Sugiyanto, menyayangkan sikap arogan tersebut. Menurut dia, seharusnya ada peringatan dan arahan.
“Dilihat dulu persoalanya dan dibicarakan baik-baik, jangan asal pecat,” kritiknya. (roz)