SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro -Â Meletusnya Gunung Kelud beberapa waktu lalu membuat sejumlah harga sayur-mayur di pasar tradisional di Bojonegoro,Jawa Timur melonjak tajam. Kenaikan ini dipicu tersendatnya pasokan dari daerah penghasil sayur, diantaranya dari wilayah Kediri, Malang, dan Magetan. Â
Selain pasokan tersendat sejumlah sayur milik pedagang juga rusak, akibat terkena abu vulkanik Gunung Kelud. Sekitar sepekan terakhir pasokan sayuran dari luar daerah Bojonegoro tersendat.
Menurut beberapa pedagang sayur di pasar Bojonegoro, naiknya harga sayur ini sudah hampir sepekan terakhir karena pasokan sayur dari daerah penghasil seperti Malang dan Kediri, yang terkena dampak meletusnya Gunung Kelud berhenti total.
“Sayur mahal karena Gunung Kelud meletus,” ujar salah satu pedagang sayur di pasar tradisional Kota Bojonegoro, Yuni, Kamis (20/2/2014).
Beberapa sayur yang mengalami kenaikan di antaranya, wortel yang sebelumnya Rp8.000 kini menjadi Rp10.000 perkilo gramnya (Kg). Kentang sebelumnya Rp10.000 menjadi Rp12.000 per Kg. Kulbis sebelumnya Rp5.000, kini menjadi Rp7.000 per Kg. Hampir seluruh harga sayur mengalami kenaikan rata-rata 20 persen.
“Kenaikannya banyak sekali, hampir dua puluh persen,” tukasnya.
Sementara itu, Wartini (25), warga Ledok Kulon, Bojonegoro mengaku, kenaikan harga ini membuatnya merogoh kocek lebih untuk belanja sehari-hari. Terlebih memiliki anak-anak yang suka dengan sayur sop.
“Biasanya beli sop-sopan lima ribu rupiah sudah banyak, ini hanya dapat setengahnya saja,” keluhnya. (rien)