SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan utama menuju lokasi proyek unitisasi sumur gas Jambaran – Tiung Biru (J-TBR) yang dioperatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) rusak parah. Badan jalan yang juga merupakan poros Kecamatan Purwosari-Ngambon, Bojonegoro, Jawa-Timur itu berlubang dan licin karena terisi air dan lumpur saat hujan turun. Kondisi ini sangat rawan kecelakaan bagi pengguna yang melintasinya.
Dari pantauan di lapangan menyebut, kerusakan jalan dengan panjang sekitar 15 Km itu mulai masuk wilayah Desa Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, Pelem, Kecamatan Purwosari hingga Desa Dolokgede, Mulyorejo dan Sendangrejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Â
Seorang warga Desa Dolokgede, Muhamad Ali, mengatakan, sebelumnya jalan yang rusak itu pernah dilakukan perbaikan dengan tambal sulam pada tahun 2013 silam. Saat ini kondisinya sudah rusak kembali.
“Apalagi kalau habis hujan badan jalan yang berlubang tersebut penuh dengan lumpur bercampur air. Sehingga, membuat kondisinya licin, dan rawan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan yang sedang melintasinya,” kata Muhamad Ali, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (20/02/2014).
Pria yang berdomisili di jalur wilayah unitisasi J-TBR tersebut menjelaskan, rusak parahnya jalan yang juga merupakan jalan poros Kecamatan Purwosari-Ngambon itu terjadi sejak Januari 2014 lalu. Namun, hingga saat ini belum diperbaiki lagi.
“Kubangan jalan di sebelahnya Gedung Olah Raga (GOR) Dolokgede ini sering membuat pengendara motor terpeleset dan jatuh, Mas. Ya semoga Pemkab Bojonegoro segera memperbaikinya agar arus lalu-lintas Purwosari-Ngambon lancar kembali,” jelas tokoh masyarakat Desa Dolokgede tersebut.
“Kalau cuma ditambal sulam saja percuma, Pak. Jika tidak dibangun hot mic total. Karena, kalau hanya tambal sulam empat atau lima bulan juga akan rusak lagi. Apalagi musim hujan seperti ini akan membuat jalan juga mudah rusak,” sambung Wiji pengendara sepeda motor yang mengaku warga asal Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo.(sam)