SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur saat ini tembus hingga mencapai angka Rp70 ribu untuk satu kilogram.
Kondisi ini terjadi sejak sejak satu minggu terakhir. Diperkirakan hal ini akibat pengaruh abu vulkanik dari Gunung Kelud yang menghujani sejumlah wilayah di Jawa Timur yang selama ini menjadi sentral pertanian cabai.
Saat ini kenaikan paling drastis terjadi pada jenis cabai rawit. Meski beberapa jenis cabai lain juga diketahui mengalami kenaikan.
“Saat ini sudah mencapai 70 ribu, kata pengepul karena banyak yang gagal panen akibat terkena debu Gunung Kelud,†terang Indah Warni (32), salah satu pedagang di Pasar Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Naiknya harga cabe ini berarti sudah mencapai 100 persen lebih. Karena sebelumnya harga cabai di pasar tradisional hanya mencapai kisaran antara harga Rp30 hingga Rp35 ribu rupiah.
“Naiknya cepet, awalnya 35 ribu menjadi 45 ribu, kemudian naik lagi menjadi 60 ribu dan sekarang mencapai 70 ribu,†tambah pedagang yang juga membuka lapak di rumahnya ini menerangkan.
Kondisi ini tentunya menjadi keluhan sejumlah ibu rumah tangga. Mereka harus mengurangi porsi cabai di masakan yang mereka buat. Meski begitu, banyak juga ibu rumah tangga yang sudah terbiasa untuk menyiasati kenaikan bumbu dapur. Metreka sengaja mengurangi porsi dari bumbu masakan yang dibuat dengan mengganti dengan bumbu yang lain.
“Kalau harga naik tidak kaget. Sudah terlalu sering. Kalau cabai mahal ya tinggal ditambah merica,†kata Khusnul (28), salah satu ibu rumah tangga asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, sambil tersenyum simpul.(edp)