SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, selama arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah mencapai 39 kasus.
Data dari Polres Tuban, Rabu (6/8/2014), sejak pemberlakuan Operasi Ketupat pada tanggal 22 Juli tahun 2014 sampai tanggal 5 Agustus tahun 2014 (14 hari terakhir), telah terjadi 39 kasus Laka Lantas. Dari total semua kejadian, 3 korban Laka Lantas diketahui meninggal dunia, 6 orang menderita luka berat, dan 56 korban luka ringan.
“Kerugian materi sebesar 43,5 juta rupiah,† kata Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, melalui Blackberry Messenger yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.
Suhartono mengatakan, kalau kecelakaan dominan ada di daerah pedasaan. Hal ini terjadi karena banyaknya masyarakat perkotaan yang menjalani tradisi mudik dengan berada di kampung halaman.
“Sehingga kota sepi dan desa ramai, pengawasan pihak polisi di desa longgar dan pengguna jalan sering melanggar aturan lalu lintas sehingga terjadi kecelakaan,†kata perwira dengan melati satu di pundak ini menerangkan.
“Kecelakaan sering didahului dengan pelanggaran lalu lintas oleh pelaku sendiri ataupun korban. Ataupun pelanggaran yang dilakukan keduanya,†lanjut Suhartono.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Faqih, mengungkapkan, kalau peristiwa Laka Lantas pada tahun 2014 ini mengalami penurunan daripada tahun sebelumnya.
Dia mencatat, pada tahun 2013 lalu angka kecelakaan mencapai 48 peristiwa. Dari kejadian tersebut, jumlah meninggal dunia sebanyak 6 orang dan luka-luka mencapai 73 orang.
“Sebagian faktor kelalaian manusia. Maka kita selalu berpesan untuk para pengguna jalan selalu berhati-hati dan patuhi aturan lalu lintas,†sambung Faqih.(edp)