SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- PT. Tri Wahana Universal (TWU) tidak merasa tersaingi dengan rencana pemindahan kilang mini milik PT Humpuss di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojnegoro, Jawa Timur. Meskipun jarak antara kilang mini TWU di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, kurang dari 200 meter.
“Tidak merasa ada persaingan kilang mini,” kata Humas PT.TWU Wendrayadi kepada suarabanyuurip.com, Senin (23/2/2014)
Dia mengakui, jika TWU sudah mendengar pembebasan lahan seluas 6,2 hektare yang telah dilakukan oleh Humpuss di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, dan Desa Katur Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut dia, jika dilihat dari sejarah, PT.Humpuss telah lebih dulu melakukan rencana bisnis di Blok Cepu, hanya saja pergolakan politik pada tahun 1998-1999 menjadi gagalnya Humpuss mengelola di Blok Cepu.
“Kan sebenarnya duluan Humpus,” tandasnya.
Wendra mengungkapkan, TWU hanya bagian terkecil dari mega proyek Banyuurip jika dibanding anak usaha Exxon, Mobil Cepu Ltd dan Pertamina sebagai pemilik saham.
“Sedangkan kita hanya mengelola minyak mentah dari Pertamina,” terangnya.
TWU mentargetkan memperoleh pasokan 18 ribu barel per hari (bph) dari produksi Lapangan Banyuurip. Namun demikian, saat ini masih sekitar 12,3 ribu bph yang bisa dikelola dari jumlah produksi Lapangan Banyuurip yang baru berjumlah 28- 29 bph.
“Produk yang bisa kita kelola diantaranya untuk bahan bakar jenis solar,” pungkas Wendra.(roz)