Calon Penumpang di Lamongan Kleleran

naik truk

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Akibat aksi mogok awak bus jurusan Bojonegoro-Surabaya di terminal Bojonegoro berdampak pada terlantarnya calon penumpang di Lamongan, Jawa Timur. Selama tiga hari mulai Minggu (23/2/2014) hingga Selasa (25/2/2014) masyarakat di Lamongan yang hendak bepergian ke Surabaya dan Bojonegoro terlantar.

Mereka sulit mendapatkan angkutan umum akibat aksi mogok tersebut. Agar bisa sampai tujuan tak sedikit dari para calon penumpang itu naik truk atau pick up bak terbuka.

Dari pengamatan di lapangan, selama dua hari ini jalan nasional Babat-Surabaya tidak terlihat bus dari jurusan Bojonegoro-Surabaya melintas. Masyarakat yang terbiasa menggunakan moda transportasi tersebut banyak yang terlantar di jalan.

“Mau ke Gresik tapi bisnya tidak ada, “ kata salah satu calon penumpang, Su’eb, yang menunggu bis di pertigaan Sumlaran, Lamongan.

Beberapa calon penumpang juga terlihat menumpuk di beberapa titik perhentian bus. Seperti di pertigaan Pucuk, pertigaan Deket dan di bawah jembatan layang Babat.

Karena tidak ada bis, para penumpang yang menempuh jarak dekat terpaksa naik colt angkutan umum jurusan Babat-Lamongan. Sedang yang hendak ke Surabaya maupun Bojonegoro beralih menggunakan kereta api.

Baca Juga :   Dinas Tenaga Kerja Wajibkan Perusahaan Setorkan PKWT Karyawan

Di stasiun kereta api Sumlaran, Pucuk, Gembong dan Babat, terlihat penumpang lebih membludak.  Menurut salah satu petugas KA di stasiun Babat, Heri, kenaikan penumpang sekitar 20 persen.

Imbas lain dari mogoknya bus Bojonegoro-Surabaya, anak-anak sekolah yang hendak pulang ke rumah kesulitan mendapatkan kendaraan. Jika biasanya mereka menggunakan colt, tapi dua hari ini colt selalu penuh oleh penumpang umum. Awak colt lebih mengutamakan penumpang umum dibanding anak sekolah yang hanya membayar separuh harga.

“Sudah jam tiga tapi belum dapat colt, Pak. Coltnya pada penuh semua. Anak sekolah tidak boleh naik, “ keluh siswa MTs N Model Babat, Tiara, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (26/2/2014).

Beberapa siswa yang tidak sabar menunggu angkutan umum ahirnya nekat nyegat truk maupun colt bak terbuka untuk menumpang. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan siswa karena mereka bisa jatuh terhempas ke jalan aspal. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *