SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Tuban, Jawa Timur, disandera beberapa orang tak dikenal. Penyanderaan itu, merupakan buntut dari ketidakpuasan dalam penyelengaraan pemilu di Kabupaten Tuban.
Korban diculik dan disekap di salah satu ruangan yang ada di Kantor Panwaskab Tuban oleh orang yang menggunakan senjata api. Penyekap mengancam akan membunuh orang tersebut apabila beberapa tuntutan darinya tidak dipenuhi baik oleh KPU, Panwaskab,  maupun petugas pengamanan.
Beberapa pasukan khusus dari Brimob Polda Jatim, langsung melakukan gerak cepat dengan mendatangi Kantor Panwaskab Tuban. Setelah melakukan pengintaian, pasukan khusus langsung melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan sandera.
Begitulah salah satu rangkaian adegan simulasi yang dilakukan menjelang pengamanan pemilu 2014 di Alun-alun Tuban, Jum’at (28/2/2014). Simulasi pengamanan pemilu ini melibatan sekira 336 peserta dari berbagai elemen.
Selain pengamanan sandera, simulasi juga dilakukan dengan melakukan langkah-langkah pengamanan apabila ada kotak suara yang hilang, penanganan aksi unjuk rasa, serta penanganan apabila adanya kelompok yang tidak puas dan melakukan aksi brutal dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran.
“Simulasi ini bertujuan untuk melakukan antisipasi tindak kerawanan ketika pemilu tengah berlangsung,†kata Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi, kepada sejumlah wartawan di Alun-alun Tuban.
Selain itu, simulasi juga diharapkan sebagai ajang untuk penyamaan persepsi antara KPU, Panwaskab, dan juga petugas keamanan mengenai tahapan pemilu. Serta sebagai langkah antisipasi apabila adanya aksi unjuk rasa yang berujung pada tindakan anarkis.(edp)