Kasus Suap SKK Migas Turunkan Kepercayaan Masyarakat

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Kasus suap di internal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SKK Migas) yang menyeret mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan sejumlah pihak, termasuk dugaan hingga ke Komisi VII DPR RI dinilai dapat menurunkan kepercayaan masyarakat. 

“Rasa-rasanya sulit untuk mencari kepercayaan kepada pemerintah yang ada di Indonesia Raya ini,” cetus Ali Mukarom, Warga kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, ini kepada suarabanyuurip.com kamis (27/2/2014).

Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan dia tak mau melepaskan lahannya sesuai keinginan operator, sekalipun dinyatakan sebagai proyek negara. “Itulah salah satu alasan penting kenapa saya tetap mempertahankan lahan saya,” ucapnya saat dicecar pertanyaan suarabanyuurip.com.

Dia menyadari tudingan sebagai penghambat proyek negara sempat menyudutkannya. Namun, beberapa argumen dan kesiapan mental yang dimilikinya menjadi dasar kuat untuk mempertahankan lahannya.

“Kalau dianggap penghambat proyek silahkan saja,” ujarnya.
 
Ali Mukarom mengaku, apa yang dilakukannya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah agar industri migas jangan membodohi masyarakat kecil. Khususnya warga pribumi pemilik lahan yang rela melepas lahanya dengan harga murah.
 
“Apa yang saya lakukan juga demi Indonesia,” tandasnya.

Disamping itu, dia meminta agar pemerintah berani menasionalisasikan aset-aset kekayaan migas seperti yang terjadi di Negara Venezuela.

Seperti diketahui, Ali Mukarom merupakan pemilik lahan seluas 4.300 meter persegi di Desa Mojodelik dan Gayam, Kecamatan Gayam, yang saat ini belum mau melepaskan lahannya. Dia menawarkan harga lahannya cukup fantastis sampai seharga Rp3 triliun.(roz)

Baca Juga :   PLTS Nglebak Jadi Percontohan Nasional

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *