Produksi Minyak di Bawah Pendapa Bojonegoro Capai 5 ribu Bph

alun alun

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro –  Kandungan minyak mentah yang tersimpan di bawah Alun-alun dan Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, diperkirakan cukup besar, yakni dapat berproduksi 4 ribu barel – 5 ribu barel per hari (bph). Potensi minyak mentah itu diharapkan dapat menambah jumlah produksi dari Blok Tuban yang di operatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
 
Kabar mengenai potensi minyak mentah di pusat kota Bojonegoro itu sudah terdengar lama. Namun kabar tersebut baru sebatas perbincangan di antara masyarakat Bojonegoro saja.
 
“Sebenarnya kandungan minyak di bawah Alun Alun Bojonegoro cukup untuk menutupi penurunan produksi dari sumur sumur lama bahkan bisa lebih,” ujar Field Administration Superintendent JOB PPEJ, Hananto Aji kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (1/3/2014).

Dia memperkirakan, produksi minyak mentah dari bawah Alun-alun Bojonegoro itu dapat menambah sekitar 4-5 ribu barel per hari dari target produksi tahun 2014 yakni minyak sebesar 34.917 barel per hari dan gas bumi sebesar 30,9 MMSCFD.
 
Hananto menjelaskan,pengeboran minyak di bawah Alun-alun Bojonegoro akan dilakukan miring atau menyilang. Titik pengeboran dilakukan di pinggiran Kota Bojonegoro tepatnya sekitar Jalan Veteran dan Jalan Ahmad Yani yang berada di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro. Sedangkan, minyak yang diambil di bawah Alun-alun dan Pendapa Pemkab Bojonegoro berada di tengah kota tepatnya di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro.

“Jarak antara titik pengeboran dengan lokasi kandungan minyak sekitar 3-4 kilometer,” tandasnya.
 
Menurut Hananto, secara teknis pengeboran miring atau menyilang itu cukup aman. Pihak JOB PPEJ  sudah beberapa kali melakukan pengeboran miring atau menyilang tersebut.

“Kami sudah biasa melakukan pengeboran miring itu. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas dia.

Karena pengeboran miring untuk menyedot minyak di bawah Alun-alun dan Pendapa Pemkab Bojonegoro itu tidak akan meninggalkan rongga. Sebab minyak di perut bumi itu tidak seperti danau atau sungai sehingga saat disedot akan meninggalkan rongga.

“Minyak di bawah tanah itu seperti batu yang basah,” ujarnya.

Mbak Sri (45), pemilik warung Pringgodani di dekat Alun-alun dan Pendapa Pemkab Bojonegoro, mengaku, sudah mendengar rencana pengeboran minyak tersebut. Kanar itu pun membuatnya khawatir jika pengeboran akan memberikan dampak pada tanah yang ia gunakan berjualan saat ini.

“Khawatir kalau terjadi apa-apa. Pengeboran minyak di lapangan Sukowati selama ini juga sering terjadi kebocoran. Nah, kalau pengeboran di tengah kota itu bocor bagaimana,” ujar warga Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro tersebut.(rien)

Baca Juga :   Konjen AS Jadi Narasumber Fun English Day dan Serahkan Pohon di SMAN Model Terpadu Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *