Pembeli Membludak di Hari Lebaran, Pedagang Serabi Bojonegoro Terapkan Nomor Antrean ‎

Serabi Bojonegoro
NOSTALGIA: Diaspora dan perantauan sedang membeli serabi gunakan nomor antrean.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Lonjakan pembeli terjadi pada pedagang serabi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada momen hari ke dua Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Tingginya permintaan membuat pedagang kewalahan hingga harus menerapkan sistem nomor antrean untuk melayani pembeli.

‎Salah satu pedagang serabi di kawasan Alun-alun Bojonegoro, Dwi Sulistiawati mengaku, jumlah pembeli meningkat drastis dibanding hari biasa. Kondisi tersebut memaksanya bersama keluarga meningkatkan kapasitas produksi agar tetap bisa melayani permintaan.

‎“Kalau tidak pakai nomor antrean, khawatir pembeli berebut,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (22/3/2026).

‎Untuk mengimbangi lonjakan permintaan, jumlah tungku memasak yang digunakan juga ditambah dari sebelumnya empat menjadi sekitar sepuluh tungku. Produksi adonan pun meningkat hingga beberapa kali lipat.

‎Meski permintaan meningkat tajam dan harga bahan baku mengalami kenaikan, pedagang tetap mempertahankan harga jual. Serabi dijual dengan kisaran harga Rp6.000 per porsi. Ini juga yang membuat jajanan ini masih tinggi peminat.

‎Selain itu, serabi Bojonegoro sendiri dikenal sebagai jajanan tradisional yang masih dimasak menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar. Cara memasak tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat kuliner ini tetap diminati, terutama saat momen Lebaran.

‎Antusiasme pembeli ini terlihat dari panjangnya antrean yang terjadi hingga mengular. Sejumlah pembeli bahkan harus menunggu cukup lama demi mendapatkan serabi yang masih dimasak secara tradisional tersebut.

‎”Saya rela mengantre lebih dari satu jam di sini, karena serabi khas Bojonegoro ini memiliki cita rasa yang berbeda dibanding daerah lain tempat saya merantau,” ungkap Afifah, salah satu diantara antrean pembeli.

‎Tak hanya Afifah, kebanyakan pembeli ternyata adalah para perantau Bojonegoro yang rindu dengan kampung halaman. Serabi serasa membawa kembali kebahagiaan mereka semasa dalam asuhan.

‎”Aroma dan tiap gigitan serabi yang kami makan, membawa kami kembali di masa lampau yang penuh rasa, terutama tentang masa kecil kami bersama orang tua di waktu dulu,” tandas Suparno, pria asal Kecamatan Ngraho yang kini menetap di Jakarta.

Baca Juga :   Stasiun Bojonegoro akan Tambah 4 Kereta Api di Arus Mudik Lebaran Idul Fitri

Dengan membludaknya pembeli menjadi berkah dan peningkatan ekonomi bagi penjual serabi Bojonegoro di hari lebaran tahun ini.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait