SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –  Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengklaim ada sekira 50 titik sumur minyak tua di wilayah hutan miliknya.
“Kurang lebih ada 50 sumur,†kata Humas KPH Jatirogo, Yasmuri, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui pesan singkat, Senin (3/3/2014).
Yasmuri mengatakan, kalau sumur tersebut berada di Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Bahoro dengan jumlah sekitar 27 titik sumur tua. Kemudian di BKHP Bahoro dan jumlah lokasi sumur terbanyak berada di Resort Pemangku Hutan (RPH) Tuwiwiyan.
“Lokasi terbanyak di RPH Tuwiwiyan,†ujar Yasmuri, menjelaskan.
Selain di BKPH Bahoro, sebanyak 23 titik juga ditemukan di BKPH Bate, di BKPH ini sumur tua menyebar di beberapa RPH yang ada di dalamnya. “Selain itu juga di BKPH Bate, menyebar di beberapa titik yang ada di RPH setempat,†tambah Yasmuri.
Selain itu, Yasmuri mengatakan, dari jumlah tersebut (yang ada di BKPH Bate) kegiatan pengeboran sumur tua saat ini ada di petak 16 RPH Kaligede, BKPH Bate.
Sebelumnya, keberadaan sumur tua yang berada di kawan hutan juga ditemukan di KPH Parengan. Di KPH ini, ada sekitar 96 titik sumur yang ada di BKPH Malo. Jumlah ini merupakan sumur yang masih aktif, sumur tua, sumur baru, dan juga fasilitas-fasilitas lapangan meliputi kantor, Stasiun Pengumpul (SP) dan juga pipa.(edp)