SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sekira 25 orang tokoh masyarakat Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur melakukan aksi penghentian truk tanki pembuang limbah dari ladang migas Banyuurip, Blok Cepu milik PT Platindo, Senin (03/03/2014).
Dari pantauan di lokasi aksi menyebut, dalam aksinya warga meminta kejelasan terkait dengan limbah yang dibuang di dekat aliran sungai yang mengalir ke wilayah Desa Ngasem tersebut. Karena, warga banyak yang resah akibat air sungai berubah warna dan membuat gatal bagi warga yang habis mandi dari sungai tersebut.
Aksi dijaga ketat oleh petugas keamanan dari Polsek Ngasem. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Heri Sucipto, perwailan dari tokoh masyarakat Ngasem, mengatakan, selama ini warga tidak pernah diajak musyawarah terkait dengan adanya lokasi pembuangan limbah yang masuk wilayah Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro tersebut.
“Kalau lokasi pembuangan limbahnya bukan masuk wilayah Desa Ngasem. Tetapi, dampaknya yang merasakan warga Ngasem. Karena, aliran sungai yang ada menjadi kotor dan membuat warga sehabis mandi langsung gatal-gatal,” kata Heri disela pertemuan dengan petugas keamanan.
“Pak Didik pemilik PT Platindo meminta pertemuan dilakukan besuk siang sekira jam 13.00 di kantor Kecamatan Ngasem, Mas,” Jelas Kapolsek Ngasem AKP Subarata disela-sela menemui warga.(sam)