SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Merasa jengkel akibat keluhannya tak segera direspon, warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menutup akses jalan menuju lokasi tempat pembuangan limbah, Senin (3/3/2014).
Kemarahan warga memuncak karena truk tangki pengangkut limbah dari proyek Banyuurip, Blok Cepu yang melintas jalan tersebut merusak jalan desa. Selain itu limbah yang dibuang kemudian masuk sungai, mengakibatkan warga gatal-gatal setiap habis mandi di sungai.
Pantauan di lokasi menyebutkan, warga beramai-ramai menutup jalan dengan cara memasak patok bambu dan kayu. Â Mereka tak menggubris upaya penghalauan yang dilakukan aparat setempat.
Warga Desa Ngasem yang ikut aksi demo, Sanggem, mengatakan, aktivitas truk tanki pengangkut limbah dari ladang migas Banyuurip, Blok Cepu sangat berdampak negatif terhadap warga. Selain jalan desa dan jembatan rusak, banyak warga yang mengeluh gatal-gatal sehabis mandi dari sungai dimana limbah tersebut dibuang.
“Karena, pertemuannya baru besuk maka teman-teman sepakat untuk jalan masuk juga lokasi pembuangan limbahnya dipatoki, Mas,” kata Sanggem kepada Suarabanyuurip.com seusai mematoki jalan.
Heri Sucipto, pendemo lain, menjelaskan, patok tidak akan dibongkar sebelum tuntutan warga diwujudkan. Salah satu tuntutan warga adalah, jalan dan jembatan diperbaiki.
“Intinya, warga menuntut agar memberikan kopensasi kepada warga selama membuang limbah sejak 2013 lalu tersebut,” ungkapnya.
“Kalau memang pembuangan limbah ini ada rintutnya dengan MCL atau kontraktor pelaksana di sumur Banyuurip. Saya berharap besuk mereka bisa datang. Agar, permasalahan bisa segera terselesaikan,” tegas Kapolsek Ngasem AKP Subarata. (sam)Â