SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendapatan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyebut, Dana Bagi Hasil (DBH) Migas terealisasi tidak sesuai target. Hal ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang menyebut nilai DBH Migas meningkat dari tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendapatan Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengungkapkan, nilai DBH Migas pada tahun 2013 dapat dilihat pada akhir bulan Desember 2013 lalu. Ternyata jumlahnya tidak sesuai target yakni sebesar Rp422,3 miliar dari target sebesar Rp459,9 miliar. Sementara dari jumlah tersebut sebanyak Rp13,6 miliar dialokasikan untuk pendidikan.
Pihaknya juga tidak membantah jika jumlah Alokasi Dana Desa (ADD) untuk 430 desa se Kabupaten Bojonegoro, baik desa penghasil migas maupun bukan penghasil migas, akan menurun.
“Ya kalau DBH-nya tidak terealisasi mau dikasih apa, semua desa jumlahnya turun baik desa penghasil maupun bukan penghasil migas,†sergahnya.
Dari data yang diperoleh, ADD yang sebelumnya dikatakan meningkat ternyata jumlahnya menurun. Yakni untuk tahap pertama disebut ADD plus, nilai yang dianggarkan sebesar Rp94 miliar dengan rincian Rp74 miliar dari migas, sementara sisanya dari pendapatan lainnya.
“Itu dari total ADD sebesar enam puluh persen dibagi rata,†tukasnya.
Sementara ADD tahap kedua sebesar Rp49 miliar dengan pembagian ke seluruh desa menunggu APBD Perubahan 2014. Tentu pembagian antara desa penghasil migas dengan desa bukan penghasil migas jumlahnya berbeda, dan dapat diketahui setelah pembagian tahap kedua ini.
“Kalau DBH turun ya otomatis jumlah ADD mengikuti,†pungkasnya. (rien)