Dishub Bojonegoro Klarifikasi Kemacetan Jalan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengklarifikasi adanya kemacetan yang terjadi di pertigaan Kalitidu, Kecamatan Kalitidu. Kemacetan itu dinilai bukan akibat dari kegiatan proyek minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori oleh Mobil Cepu Limited (MCL), akan tetapi peningkatan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar, menyampaikan, meskipun kemacetan bukan dari proyek migas tapi efek dari kegiatan tersebut menambah jumlah kendaraan. Salah satu indikatornya adalah karena peningkatan ekonomi masyarakat sehingga banyak yang memiliki kendaraan baru.

“Sekarang ini masyarakat Bojonegoro banyak yang kaya,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/3/2014).

Dia menyatakan, kemacetan yang terjadi di beberapa titik ada dua penyebabnya yakni penambahan jumlah kendaraan dan peningkatan lalu lintas. Peningkatan lalu lintas rata-rata setiap tahunnya mencapai 35 persen baik roda dua dan roda empat.

Dari data yang dimiliki Dishub Bojonegoro disebutkan, untuk roda dua pada tahun 2012 berjumlah 259.0880 unit, sedangkan di tahun 2013 meningkat sebanyak 303.742 kendaraan atau meningkat sebesar 25 persen. Sementara untuk roda empat pada tahun 2012 sebanyak 19.206 kendaraan, sedangkan pada tahun 2013 meningkat sebanyak 22.236 kendaraan.

Baca Juga :   Kerusakan Jalan Kabupaten Hanya Ditambal Sulam

“ Saya tegaskan sekali lagi, bahwa kemacetan yang terjadi secara langsung bukan karena Blok Cepu,” tandas Iskandar.

Namun, tidak menutup kemungkinan dalam pengaturan lalu lintas seperti di pertigaan Kalitidu pihaknya akan menggandeng MCL untuk menangani masalah tersebut.

“Bisa saja saya minta kepada MCL untuk membantu pemasangan lampu atau lainnya sebagai wujud CSR,” imbuhnya.

Demikian juga dengan pertigaan Tobo, Kecamatan Purwosari yang menyatakan sebelumnya telah berkirim surat dan membahas dengan operator Sumur Tiung Biru, Pertamina EP Asset 4, Iskandar mengaku salah alamat. Pihaknya merasa telah melayangkan surat untuk penyelesaian masalah kemacetan yang diakibatkan berlalu lalangnya kendaraan dari proyek negara tersebut pada saat rapat konten lokal minggu lalu.

“Tapi kalau belum sampai suratnya berarti saya salah alamat. Tapi hari ini akan saya kirim lagi ke Pertamina EP untuk membahas masalah tersebut,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Legal and Relations PEP Asset 4 Arya Paramitha mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat  dari Dishub Bojonegoro. Sebab selamanya Pertamina EP Asset 4 juga belum ada komunikasi apapun mengenai lalu lintas di Tobo, Kecamatan Purwosari.

Baca Juga :   Puncak Harlah PMII ke-54, Akan Gelar Bakti Sosial

“Kalaupun ada akan kami evaluasi dan pertimbangkan terlebih dahulu,” timpal Arya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *