Dishub : Bojonegoro Tidak Berkepentingan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Aksi mogok yang dilakukan oleh puluhan awak bus di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sangat disayangkan oleh berbagai pihak baik masyarakat maupun pemerintah setempat. Sebab dengan aksi mogok itu banyak yang merasa dirugikan termasuk para penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan, Iskandar, mengaku, aksi mogok yang dilakukan awak bus dibawah naungan Paguyuban Pekerja Transport di terminal Rajekwesi seharusnya tidak dilakukan karena mereka tidak berkepentingan.

“Apa yang mereka lakukan karena rasa solidaritas yang tinggi antar sopir tanpa menyadari kerugian yang ditimbulkan, tidak hanya orang lain tapi juga diri sendiri,” kata dia.

Iskandar menjelaskan, aksi mogok diawali karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengatur semua bus dari arah Semarang, Jawa Tengah berhenti di Terminal Bungurasih bukan di Tambak Osowilangon,  dengan berbagai macam pertimbangan. Namun hal itu mendapat penolakan  dan mengakibatkan permasalahan yang berlarut-larut.

“Kalau Paguyuban dari Bojonegoro bersikukuh melakukan aksi mogok ya salah besar, mereka tidak memikirkan anak dan istrinya karena tidak mendapatkan nafkah,” ujar Iskandar.

Baca Juga :   Aktivis IMM Bojonegoro Demo Tuntut Normalisasi Harga Bahan Pokok

Mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro itu mengaku, telah bertemu dengan Dinas Perhubungan Surabaya untuk memberikan jaminan keselamatan bagi awak bus dari Bojonegoro apabila masuk ke terminal Tambak Orsowilangon dan sudah disanggupi.

“Sayang sekali jaminan tersebut tidak berarti apa-apa karena awak bus di Bojonegoro tetap ikut mogok,”sesal Iskandar.

Pria berkumis lebat ini menyatakan, apabila Paguyuban Pekerja Transport akan menemui Bupati Suyoto dianggap tidak tepat sasaran. Karena apa yang menjadi kebijakan di Surabaya adalah kewenangan Pekot Surabaya. Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak berhak ikut campur apalagi mengobok-obok aturan yang sudah dibuat.

“Bojonegoro itu tidak punya kepentingan, apalagi awak bus masuk ke terminal Tambak Orsowilangon dan semua akan baik-baik saja. Hanya sulit sekali menyadarkan  karena solidaritas yang tinggi tadi,”ujarnya.

Sementara itu,Ketua Paguyuban Pekerja Transport, Suparno tetap bersikeras untuk melakukan aksi mogok sebelum tuntuan ratusan awak bus dikabulkan oleh Pemkot Surabaya. Meskipun rugi karena tidak mendapatkan penghasiloan, namun keputusan itu merupakan tekad bersama.

Baca Juga :   Proyek Jaringan Listrik Bojonegoro Tersendat

“ Mogok terus sampai dikabulkan tuntutan kami,” ujarnya singkat.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *