SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertranso) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyesalkan adanya aksi demo yang dilakukan oleh security yang bekerja di Lapangan Sukowati Blok Tuban, yang di operatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Jumat (6/3/2014).
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Witcaksono, mengungkapkan, selama ini JOB P-PEJ melaporkan tenaga kerja dan subkontraktor jika diminta. Bahkan yang dilaporkan hanya kondisi baiknya saja. Sementara, kondisi buruknya tidak pernah.
“Kalau ada permasalahan dengan tenaga kerja kita tidak tahu apa-apa, padahal hukumnya wajib untuk berkoordinasi,” tegas Adi kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (6/3/2014).
Dia menyatakan, apabila operator dari awal berkoordinasi mengenai tenaga kerja, siapa saja subkontraktornya maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bisa membantu dan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja tersebut apabila terjadi masalah.
“Kesannya, operator itu tertutup pada kita,” imbuhnya.
Adi menyatakan, tidak hanya JOB P-PEJ saja, tetapi operator Lapangan Banyuurip, Mobil Cepu Ltd (MCL), dan Operator Sumur Tiung Biru, Pertamina EP Asset 4 juga jarang berkoordinasi mengenai tenaga kerjanya.
“Saya sudah memberikan teguran keras kepada mereka, ” tegas mantan Camat Margomulyo itu.
Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendan JOB P-PEJ, Basith Syarwani, mengaku, akan mengecek hal itu.(rien)