SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Pembangunan Kawasan Blok T yang menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat Blora, Jawa Tengah diminta tetap dianggarkan dalam Anggaran APBD Tahun 2014 ini. Setelah sebelumnya, pengajuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat itu dicoret oleh Tim Angaran DPRD Blora.
Dicoretnya anggaran pembangunan lanjutan di Blok T atau pusat jajanan dan oleh-oleh khas Blora itu diprotes berbagai unsur masyarakat. Terlebih masyarakat sekitar lokasi yang akan ikut merasakan dampak positif dibangunnya Blok T tersebut.
Seperti diungkapkan Catoer Oke Abrianto, pemuda yang tinggal tak jauh dari Blok T. Menurut dia, pencoretan yang dilakukan DPRD tak memiliki alasan rasional. Karena keberadaan Blok T itu, selain memunculkan harapan ekonomi baru bagi pengusaha dan pengrajin lokal, aktivitas ekonomi juga mulai menggeliat.
“Selain berbagai komunitas pemuda juga menggunakan blok T untuk event,” katanya.
“Oleh karena itu, kami meminta anggota dewan untuk tinjau lokasi agar tahu sendiri bagaimana geliat ekonomi atas dibangunnya Blok T ini. Bahkan di sore hari sudah mulai digunakan mangkal bis-bis malam,” tambah Catoer pada SuaraBanyuurip.com pada Jumat,(7/3/2014)
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Maskur, mengaku, banyak yang mengadu ke dinasnya. “Banyak yang sudah mengadu dan meminta agar pembangunan dilanjutkan. Tapi saya katakan kalau semua itu terserah DPRD,” ujar Maskur.
Maskur menyebutkan, tahun ini mengusulkan dana Rp1,2 miliar untuk melanjutkan pembangunan lahan yang sudah dimulai sejak 2013 itu. Saat ini, lahan yang semula kumuh itu berubah menjadi bersih dengan dipaving dan berdiri kios untuk suvenir dan aneka barang khas Blora.
“Selain kios, kami juga berencana membangun selter untuk jualan makanan ringan, kopi dan lainnya,” tambahnya.
Pembangunan lokasi, kata Maskur, juga akan dibangun selter untuk ruang tunggu penumpang. Meski harus dibangun bertahap, namun hal itu bisa terus dilakukan, termasuk tahun ini. “Sebetulnya, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 2,5 M itu baru bisa dibenahi semua. Namun kami merencanakan pembangunan berkelanjutan di tahun berikutnya,” ungkapnya.(ali)