Warga Tunggu Realisasi Janji Planindo

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pasca tercapainya kesepakatan antara PT. Planindo, subkontraktor Engineering Procuremen and Construction (EPC)-1 dan 5 Banyuurip dengan LSM Satria, yang mewakili warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadikan warga di Dusun Besaran, lega.

Pasalnya, warga Besaran semula merasa terdampak akibat bocornya tempat penampungan limbah domestik berupa tinja yang ditampung PT. Planindo di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem. Limbah tersebut diduga bocor dan mengalir ke sungai setempat dan membuat warga merasa gatal-gatal sehabis mandi di sungai.

“Saya senang dengan selesianya permasalahan yang dikeluhkan warga tersebut. Sekarang tinggal menunggu bukti dari PT Planindo yang tertuang dalam surat pernyataan persetujuan,” kata Yadi kepada suarabanyuurip.com, jum’at (07/03/2014).

Kesepakatan yang dimkasud adalah pembangunan infrastruktur di lokasi penampungan limbah, perbaikan jalan desa mapun jembatan yang menjadi akses utama juga menuju lokasi pembuangan limbah.

“Kita tunggu saja kapan kesepakatan itu diwujudkan. Kami berharap kontraktor tidak hanya janji, tapi membuktikannya,” ujar pria yang berdomisili di Dusun Besaran, RT/RW 16 / 05, Desa Ngasem.

Baca Juga :   Truk Tanki Berlogo Koperasi Polisi Diduga Angkut Solar Ilegal Diamankan Polres Blora

Diharapkan kontraktor segera memperbaiki jalan dan jembatan agar mempermudah warga untuk pergi ke sawah ladang. “Selain itu, arus lalu-lintas menuju sumur gas Jambaran menjadi lancar,” sambung Ulfa warga Sendanggerong, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *