SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Gemerlap industri migas di Kabupaten Bojonegro, Jawa Timur sempat menjadi perbincangan ditengah kegiatan Konfrensi Kota (Konferko) AJI Kota Bojonegoro ke-2 di wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Sabtu (8/3/2014).
Divisi Organisasi AJI Indonesia, Mustakim, mengungkapkan adanya potensi migas di Bojonegoro sudah terdengar luas. Berkenaan hal tersebut, dia berpesan agar dalam menjalankan organisasi tidak harus menggantungkan donatur. Termasuk tidak menutup kemungkinan dari perusahaan migas.
“Ada aturan tersendiri bagi AJI untuk bekerja sama dengan donatur,” ucapnya.
Terlebih, lanjut dia, dengan perusahaan yang berhubungan dengan lingkungan, intervensi jurnalis, dan perbudakan terhadap buruh.
Dia menyarankan, demi upaya menjaga independensi, AJI bisa menjalankan program yang sederhana tapi berkelanjutan. Misalnya membuka sekolah jurnalistik untuk kalangan generasi muda.
“Untuk dana bisa secara rutin dilakukan iuran interal,” pungkasnya. (roz)