SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad sampurno
Blora – Berjumlah sekira 25 orang yang tak dikenal telah melakukan perampokan kayu jati dan truk milik Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada hari Rabu (6/4/2016) pukul 24.00 WIB, kemarin saat situasi sepi.
Bukan hanya itu, segerombolan perampok yang diduga spesialis kayu jati tersebut juga menganiaya dua orang petugas hutan hingga terluka cukup serius disekujur tubuhnya.
Sedangkan, kayu yang berhasil dibawa sebanyak 4 meter kubik di dalam truk dengan nomor polisi S 8748 A yang diparkir sekitar area petak 3109 RPH Kelompok, BKPH Pucung, KPH Cepu, tepatnya di Dukuh Kelompok, Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, dibawa kabur segerombolan perampok tersebut.
Hanya saja, kerugian dari kejadian tersebut belum bisa dipastikan, sedangkan dua orang yang mengalami luka harus dirawat intensif di salah satu rumah sakit ternama di Cepu. Hingga saat ini aksi yang bisa dibilang tergolong sadis tersebut tengah di tangani oleh Polres Blora.
Humas KPH Cepu, Edisud, menjelaskan, perampokan kayu kategori A tersebut terjadi pada Rabu (6/4/2016) tengah malam pukul 24.00 WIB, disaat situasi sedang sepi.
Menurut Edisud, dua orang penjaga truk berisi kayu yang diketahui bernama M Suhari, Mandor Perencanaan KPH Cepu bersama Rusanto Mandor Tanam KPH Cepu didatangi dua orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba dua orang tersebut menganiaya para korban, tidak lama berselang datang segerombolan orang tidak dikenal yang diperkirakan jumlahnya mencapai 25 orang.
“Suhari disandera diapit oleh dua orang tersebut dengan menodongkan senjata kepada korban, dan dibawa kearah Randublatung. Sedangkan Rusanto dibiarkan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam keadan terikat,†katanya kepada Suarabanyuurip.com.
Usai menganiaya para korban, lanjut dia, gerombolan perampok tersebut kemudian membawa kabur kayu-kayu beserta truknya dengan dikendarai salah seorang dari mereka.
“Sisanya mengawal truk tersebut,†ungkapnya berdasarkan keterangan korban.
Dia menduga, para perampok tersebut adalah spesialis kayu dan jauh hari sebelumnya telah mengintai. Hal itu, dibuktikan dengan kesiapan mereka dengan melibatkan banyak personel.
“Kemungkinan, kalaupun tidak ada truk yang hendak mengangkut kayu, dimungkinkan mereka akan melakukan tebang sendiri,†pungkasnya. (ams)