SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Petani yang menggarap lahan Rowo Pucuk, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai panen. Untuk mengangkut hasil panennya mereka menggunakan perahu.
Di sepanjang jalan raya Pucuk-Sekaran terlihat kesibukan petani yang sedang memanen padi. Beberapa perahu terlihat hilir mudik mengangkut hasil panen dari rowo. Sementara belasan orang terlihat sedang nggrantek (merontokkan bulir padi dari batangnya) diatas tanggul.
“Ini panen awal musim tanam pertama, Mas, “ kata salah satu petani setempat, Jupri kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/3/2014).
Menurutya, hasil panenan kali ini cukup bagus. Untuk per hektar sawah bisa menghasilkan padi 4 ton. Namun harga jual gabah saat ini terus merosot. “Kalau sebelumnya harganya masih Rp3600 perkilogram. Saat ini Cuma Rp3300 mas,” ujar petani lainnya samiun.
Padahal untuk memetik hasil panenan ditengah rawa cukup berat. Hasil panenan harus diangkut kedaratan dengan menggunakan perahu. Ongkos preman (buruh) perorang Rp60 ribu sehari plus makan tiga kali dan rokok.
Untuk menekan biaya panen yang besar, petani menggunakan perahu manual dengan dikayuh pakai bambu. Tidak menggunakan perahu motor berbahan bakar solar.
“Kalau pakai perahu diesel, biaya panenan lebih besar lagi mas. Karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli solar,” ungkap Samium. (tok)